Keren, Hasil Membatik Penghuni Lapas Perempuan Ini Jadi Rebutan

Warga Binaan Lapas Perempuang Kelas III Pangkalpinang diberi keterampilan membatik. Hasil kain batik mereka sangat bagus sehingga tak jarang jadi rebutan para pembeli.(dag/wb)

WOWVIRAL--Penjara atau Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) memang terdengar menyeramkan bagi kebanyakan orang, karena identik dengan ladang penyiksaan. 

Namun itu dulu, sebab kini lapas menjadi tempat pemasyarakatan yang artinya penguhuni lapas akan dibina selama berada di hotel prodeo itu untuk menjadi manusia-manusia berguna, agar tak lagi mengulangi kejahatan yang pernah mereka lakukan.

Seperti halnya yang dilakukan penghuni di Lapas Perempuan Kelas III Pangkalpinang, mereka dilatih keterampilan membatik mulai dari tahap awal hingga akhir.

Image and video hosting by TinyPic

Kepala Lapas Perempuan Kelas III Pangkalpinang, Nebi Viarleni, mengatakan, melatih keterampilan membatik ini diberikan agar nantinya para napi memiliki bekal yang bisa mereka gunakan sebagai sumber penghasilan, jika kelak mereka kembali tengah masyarakat.

"Ini untuk memotifasi warga binaan. Mereka sempat bilang pada saya sudah tidak ada lagi gunanya hidup, namun dengan kita beri mereka pembekalan seperti membatik, setidaknya bisa menggugah mereka untuk berkarya nantinya setelah mereka selesai dididik di lembaga pemasyarakatan," kata Nebi, Rabu (2/1/2019).

Membatik, memang menjadi salah satu keterampilan yang paling ditekuni para penghuni lapas disini. Hampir setiap hari mereka terus mengasah keterampilan mereka, terbukti hasil yang didapatkan cukup menjanjikan.

Karya mereka pun dihargai, penggemar batik bahkan harus rebutan untuk mendapatkan batik yang mereka minati. Rebutan karya batik ini tersaji dalam sebuah lelang batik yang digelar dilapas perempuan tersebut, oleh sejumlah Perkumpulan Perempuan Wirausaha Indonesia (Perwira) Bangka Belitung.

Puluhan lembar kain batik dengan berbagai motif hasil beberapa karya napi, laris manis dan habis terjual mulai dari harga Rp 250 ribu sampai Rp 500 ribu.

"Membatik ini memang kita sudah ada pelatihan dari Batik Pakis dan Batik Pinang Sirih. Namun terus kita kembangkan dengan membuat kreasi batik mengedepan khas budaya Babel. Jadi secara tidak langsung napi itu bisa membatik," jelas Nebi.

"Hasilnya juga sudah dipasarkan kemana-mana dan sudah ikut pameran di Jakarta juga dan hari ini juga sudah dilelang batik-batik hasil warga binaan kita," sambungnya.

Warga binaan, imbuh Nebi, tidak akan berhasil tanpa ada tiga hal, yakni napi itu sendiri, petugas dan masyarakat. Jika hanya pihak lapas saja tentu tidak akan muncul ide-ide bagus, tapi kalau dibantu seluruh elemen masyarakat, ia yakin dan percaya warga binaan bisa lebih berkarya dan menampilkan segala inovasi yang ada.

"Kepada masyarakat tolong berdayakan warga binaan khususnya di lapas kita, bagaimana kita memberikan keterampilan kepada mereka, agar nanti jika mereka sudah keluar nanti bisa berusaha sendiri, membuka lapangan kerja, sehingga tidak ada peluang mengulang kembali kesalahan yang menjerumuskan mereka," imbuhnya.

Sekedar informasi, jumlah warga binaan di lapas perempuan ini sebanyak 56 orang, terdiri dari 37 kasus narkoba, korupsi lima orang dan 14 orang sisanya tindak pidana umum lainnya.

"Dominasi napi disini hampir 65 persen tersangkut kasus narkoba, lima orang kasus korupsi, sisianya ada judi, pencurian, dan lainnya. Sementara kapasitas lapas kita 135 orang," tukasnya.(dag)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL