Tujuh Parpol Terima Sumbangan Dana Kampanye, PKS Paling Besar

Hendri Dede PKP    •    Sabtu, 05 Januari 2019 | 13:39 WIB
Pilkada
Divisi Humas dan Hubal Bawaslu Kota Pangkalpinang, Luksin Siagian, (wb)
Divisi Humas dan Hubal Bawaslu Kota Pangkalpinang, Luksin Siagian, (wb)

PANGKALPINANG, Wowbabel.com – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Pangkalpinang mengumumkan hasil pengawasannya terhadap Laporan Penerimaan Sumbangan Dana Kampanye (LPSDK) Pemilu 2019.

Dari 16 partai politik (parpol) peserta pemilu, sebanyak tujuh parpol menerima sumbangan dana kampanye,  yakni PDIP, Golkar, PKS, PPP, PKB, Berkarya dan PKPI. Sedangkan sembilan parpol lainnya yang mengaku tidak menerima dana sumbangan kampanye, yakni Gerindra, Nasdem, Demokrat, Perindo, PAN, Hanura, PBB dan Garuda.

Berdasarkan data yang dirilis Bawaslu Kota Pangkalpinang, PKS paling banyak menerima dana sumbangan kampanye, sebesar Rp 97.620.000. Namun sumbangan tersebut tidak berupa uang akan tetapi dalam bentuk jasa dan barang.

Partai Golkar melaporkan menerima sumbangan dana kampanye sebesar Rp 83 juta berupa uang tunai dari 17 caleg mereka. PPP juga melaporkan sumbangan dana kampanye sebesar Rp 77.800.000 dalam bentuk tunai dari 30 caleg.

Selanjutnya LPSDK dari PKPI sebesar Rp 27.922.000 dalam bentuk jasa dari enam caleg. Untuk Partai Berkarya sebesar Rp 15.600.000 dalam bentuk jasa dari dua caleg. PDIP melaporkan menerima sumbangan dana sebesar Rp 14.400.000 dalam bentuk jasa dari seorang caleg. Sementara itu PKB sebesar Rp 3.750.000 dalam bentuk barang dari seorang caleg.

t dikonfirmasi wowbabel.com, Sabtu (5/1/2019), mengungkapkan kurangnya koordinasi dari masing-masing partai politik untuk melaporkan jenis apa saja yang wajib dilaporkan kepada pihak KPU Kota Pangkalpinang. Sehingga jumlah nominal sumbangan kampanye tidak tertera dalam daftar laporan tersebut.

Padahal sebelumnya pihaknya telah berulang kali mengingatkan kepada masing-masing partai politik agar melaporkan segala sumber dana kampanye dalam bentuk apapun misalnya, uang, barang maupun jasa.

“Untuk partai politik yang tidak mempunyai dana sumbangan kampanye. Kami akan menggali apakah benar parpol yang bersangkutan tidak mempunyai dana sumbangan kampanye. Pasalnya, hal tersebut akan berpengaruh terhadap rangkaian kegiatan kampanye, yang akan diketahui disaat seluruh masa kampanye selesai,” tukas Luksin.(hen)



MEDSOS WOWBABEL