'Cari' Kapolda Nelayan Basel Geruduk Mapolda Babel

Endi    •    Selasa, 15 Januari 2019 | 15:25 WIB
Lokal
Ratusan nelayan asal Bangka Selatan melakukan aksi damai di depan Mapolda Bangka Belitung, mereka ingin bertemu dengan Kapolda Babel guna menyampaikan tuntutan mereka, Selasa (15/1/2019).(dag/wb)
Ratusan nelayan asal Bangka Selatan melakukan aksi damai di depan Mapolda Bangka Belitung, mereka ingin bertemu dengan Kapolda Babel guna menyampaikan tuntutan mereka, Selasa (15/1/2019).(dag/wb)

PANGKALPINANG,Wowbabel.com – Ratusan nelayan asal Kabupaten Bangka Selatan, menggeruduk Mapolda Bangka Belitung, untuk bertemu Kapolda, Selasa (15/1/2018) siang.

Aksi dilakukan lantaran nelayan merasa kurang puas dengan sikap penegak hukum yang mereka nilai lamban menanggapi keluhan nelayan tradisional, soal aktifitas illegal kapal compreng, trawl dan tambang ampung timah yang beroperasi diwilayah tangkap ikan mereka.

Sayangnya, Kapolda Babel Brigjen (Pol) Istiono, sedang tidak berada ditempat saat massa menuju ke Mapolda. Kendati demikian, massa tetap melakukan aksi mereka dengan berorasi persis didepan pintu masuk Mapolda, sementara polisi berjaga ketat guna menghindari hal-hal yang tak diharapkan.

"Kami hanya ingin bertemu kapolda. Kalau hari ini beliau tidak bisa kami tunggu sampai beliau bersedia. Kalau hari ini sudah ketemu mungkin aksi kita sudah selelai karena itu tujuan kita ke sini," ujar Korlap Aksi, Joni Zuhri, kepada wartawan.

Menurut Joni, massa sempat ditawari untuk bertemu wakapolda, namun ditolak karena dianggap tidak akan menyelesai masalah.

"Karena kalau tanpa perintah beliau (Kapolda) tidak ada keputusan yang benar-benar dijalankan dengan baik," katanya.

 

Massa yang sudah tiba di Pangkalpinang, sejak Senin (14/1/2019) sore kemarin, sempat menggunakan trotoar jalan untuk berkatifitas. Setelah berkoordinasi dengan Pemprov  Babel, massa akhirnya menginap di Kantor DKP Babel untuk tiga hingga empat hari kedepan.

"Kita sampai ke polda ini sudah tidak percaya lagi dengan Polres Bangka Selatan, jika ini tidak mampu kami siap ke presiden, kalau itu nantinya juga tidak bisa kami akan gunakan cara kami sendiri," kata Abdullah, nelayan lainnya.

Nelayan mencurigai ada aparat yang terlibat dalam aktifitas illegal tersebut. "Kami pernah laporkan ada aktivitas compreng, tapi setelah kita laporkan itu mereka (nelayan compreng) langsung lari. Ada apa ini kok bisa tau mereka ada yang lapor," ungkapnya.

Massa yang memulai orasi pada pukul 14.30 WIB, akhirnya membubarkan diri, setelah mengetahui Kapolda tidak berada di tempat. Aksi yang berlangsung damai ini rencananya akan dilakukan pada Rabu (16/1) besok, pada pukul 14.00 WIB.(dag)



MEDSOS WOWBABEL