Teknologi Penambangan Timah Ramah Lingkungan Baru Tahun Depan

Tim_Wow    •    Rabu, 23 Januari 2019 | 16:42 WIB
Tekno
M. Riza Pahlevi, Direktur Utama PT. Timah. (ist)
M. Riza Pahlevi, Direktur Utama PT. Timah. (ist)

TEKNO, www.wowbabel.com - PT Timah Tbk (TINS) baru bisa melakukan operasi penambangan timah di laut Bangka Belitung dengan teknologi yang ramah lingkungan pada tahun depan. Itupun jika prototipe atau desain rekayasa terperinci (DED) rampung tahun ini.

Penambangan timah laut itu nantinya akan serupa dengan sistem teknologi dalam pengeboran minyak dan gas di laut (off-shore). Hal ini juga sekaligus menindaklanjuti arahan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta Kementerian Kelautan dan Perikanan yang meminta untuk mengedepankan aspek lingkungan dalam aktivitas penambangan timah di laut. "Ya, dan itu sifatnya kan enviromental friendly," kata M. Riza Pahlevi, Direktur Utama PT. Timah di sela Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII DPR RI, Senin (21/1/2019).

"Yang (tambang) laut lagi bikin prototipe-nya, tahun ini mudah-mudahan selesai," kata M. Riza.

Penambangan timah laut itu nantinya akan serupa dengan sistem teknologi dalam pengeboran minyak dan gas di laut (off-shore). Hal ini juga sekaligus menindaklanjuti arahan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta Kementerian Kelautan dan Perikanan yang meminta untuk mengedepankan aspek lingkungan dalam aktivitas penambangan timah di laut. "Ya, dan itu sifatnya kan enviromental friendly," imbuh Riza.

Saat ini aktivitas operasi dan produksi penambangan laut TINS dilakukan secara organik dengan mengoperasikan empat kapal keruk dan 17 kapal isap produksi (KIP). Selain itu, aktivitas penambangan laut juga dilakukan secara anorganik dengan mitra tambang yang berjumlah 76 KIP yang dialokasikan 23 KIP di Provinsi Bangka Belitung dan 53 unit KIP di Kepulauan Riau dan Riau.

Aktivitas operasi produksi penambangan di Provinsi Bangka Belitung dilakukan di darat dengan luas wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) 288.728 hektare (ha) dan di laut dengan luas IUP 139.663 ha. Sedangkan di Kepulauan Riau dan Riau, seluruhnya berada di laut (off-shore) dengan total luas IUP seluas 45.009 ha. (*)



MEDSOS WOWBABEL