Tingkat Pengangguran Tidak Seiring Dengan Angka Kemiskinan

Jurnalis_Warga    •    Selasa, 19 Februari 2019 | 10:40 WIB
Lokal
Kepala Seksi Statsitik Sosial BPS Kabupaten Beltim, Apri Astiningsih. (Fauzi Akbar/ Diskominfo Beltim)
Kepala Seksi Statsitik Sosial BPS Kabupaten Beltim, Apri Astiningsih. (Fauzi Akbar/ Diskominfo Beltim)

MANGGAR, www.wowbabel.com - Meski angka pengangguran terbuka di Kabupaten Beltim mengalami penurunan, namun berbeda halnya dengan angka kemiskinan. Tahun 2018 lalu angka kemiskinan Kabupaten Beltim meningkat menjadi 0,25 persen dari 6,81 di tahun 2017 menjadi 7,06 di tahun 2018.

Naiknya tingkat kemiskinan di Kabupaten Beltim mengindikasikan bahwa angkatan kerja banyak yang belum memperoleh pekerjaan dengan upah yang layak.

Kepala Seksi Statistik Sosial BPS Kabupaten Beltim, Apri Astiningsih menekankan jika tingkat kemiskinan tidak sejalan dengan tingkat pengangguran. Mengingat yang dianggap bekerja bukan hanya yang menghasilkan gaji atau upah tapi juga yang membantu memberikan penghasilan.

“Contohnya pekerja keluarga, yakni anak-anak yang membantu orang tuanya untuk bekerja. Mereka juga kita anggap bekerja, walau mereka hanya sekedar jaga toko,” terang Apri.

Selain itu, faktor pekerja musiman juga dianggap penyumbang besar TPT. Di mana seseorang yang bekerja meski belum memiliki hasil tetap dianggap sudah bekerja.

“Kalau untuk pekerja perkebunan tahunan seperti buruh tani, masa panennya kan lama untuk menghasilkannya, namun dia tetap dianggap bekerja. Itulah kenapa banyak fenomena lain yang jadi tolak ukur,” ujar Apri.

Kepala BPS Kabupaten Beltim, Oktarizal menambahkan angka kemiskinan yang diperoleh dari Survey Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) pada Maret 2018 sedangkan Sakernas pada Agustus 2018. Jika dilihat dari indikator pertumbuhan ekonomi 2017 memang meningkat tapi untuk sektor-sektor padat modal, namun untuk sektor yang banyak orang miskin bekerja malah melambat bahkan negatif pertumbuhannya.           

“Ditambah lagi pada Juli 2017 kita banjir besar, banyak tanaman yang rusak serta tambang-tambang yang belum beroperasi sehingga pengangguran Agustus 2017 meningkat,” tukas Okta. (Fauzi Akbar/ Diskominfo Beltim)

Halaman