Reses Anggota DPRD, Masyarakat Kenanga Dialog Dengan OPD Pemkab Bangka

ADVERTORIAL    •    Senin, 25 Februari 2019 | 18:07 WIB
Lokal
Kegiatan reses anggota DPRD Bangka yang digelar di Kelurahan Kenanga, Kecamatan  Sungailiat, Sabtu (23/2/2019) lalu.
Kegiatan reses anggota DPRD Bangka yang digelar di Kelurahan Kenanga, Kecamatan Sungailiat, Sabtu (23/2/2019) lalu.

SUNGAILIAT, www.wowbabel.com -- Anggota DPRD Kabupaten Bangka menggelar reses dengan berdialog bersama masyarakat di Kelurahan Kenanga, Sungailiat, Sabtu (23/2/2019).

Anggota DPRD Kabupaten Bangka, Drs Firdauu Johan, mengatakan kegiatan ini digelar untuk menjaring aspirasi masyarakat agar bisa ditindaklanjuti ke tahap perencanaan pembangunan, mulai dari Musbangdes, Musrenbang Kecamatan dan Kusrenbang Kabupaten, hingga tertuang dalam RKPD.

“Tujuan kegiatan reses ini adalah untuk menjaring aspirasi masyarakat. Kemudian diharapkan langsung dapat segera direspon dan ditindaklanjuti. Dengan kehadiran nasa sumber dari OPD terkait tentu lebih mudah untuk memasukkan tindak lanjut tadi ke dalam program-program pembangunan selanjutnya,” jelas Firdaus Johan.

Firdaus Johan menegaskan kegiatan reses ini tidak ada kaitannya dengan kampanye atau agenda politik karena diacara tersebut dihadiri Panwaslu.

“Di sini juga hadir Panwaslu  yang tentu saja akan mengawasi dan memantau seluruh proses kegiatan reses ini sampai selesai,” tegas Firdaus Johan.

Turut hadir yang menjadi nara sumber dalam acara ini Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik, Dinas PUPR, perwakilan Dinas Perikanan, Dinas Lingkungan Hidup serta dari Kantor Kelurahan Kenanga.

Pada kesempatan ini Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik, Ir Asmawi Alie MT, menjelaskan  kehadiran beberapa OPD ini untuk berdialog dan menjawab berbagai hal yang ingin diketahui oleh masyarakat.

“Kita di sini hadir untuk berdialog, dan menerangkan berbagai hal yang ingin diketahui masyarakat. Jadi kegiatan ini membuka keran informasi  mengenai  program dan kebijakan pemerintah, dan untuk mengetahui asirasi dan keinginan masyarakat,” terang Asmawi.

Pada acara tersebut, beberapa masyarakat mempertanyakan tentang lampu penerangan jalan yang sering mati, kemudian banjir yang sering melanda di depan Kantor Workshop Dinas PU bila hujan lebat turun, limbah pabrik tapioka berwarna hijau mengalir di sungai, penebasan rumput sepanjang jalan kenanga tidak sampai ke akar hanya bagian atas saja, permintaan bibit ikan air tawar dan lain sebagainya.

“Dialog dan tanya jawab seputaran permasalahan sehari-hari yang dihadapi warga. Namun karena hadir nara sumber dari instansi yang terkait, sehingga masyarakat dapat memperoleh jawaban langsung,” tukas Asmawi. (humas/*)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL