Dua Grup Band Indie yang Digandrungi Para Muda di Babel

Tim_Wow    •    Senin, 04 Maret 2019 | 09:42 WIB
Hiburan
Grup Band Shandya, salah satu grup band indie yang sedang digandrungi kaula muda di Bangka Belitung.(ist)
Grup Band Shandya, salah satu grup band indie yang sedang digandrungi kaula muda di Bangka Belitung.(ist)

PANGKALPINANG,www.wowbabel.com -- Istilah indie diambil dari kata independent yang berarti merdeka, bebas, mandiri, dan tidak bergantung. Banyak yang menganggap kalau indie itu sebuah genre musik, seperti halnya rock, jazz, atau sebagainya. Anggapan tersebut sayangnya salah besar.

Indie sendiri bukanlah suatu genre musik, melainkan sebuah gerakan musik yang bebas dan mandiri, tidak bergantung sama sebuah label musik atau sebagainya. Band Indie cenderung menciptakan lagu sesuai dengan apa yang mereka sukai dan genre yang mereka inginkan. Tak jarang kalau lagu-lagu yang mereka ciptakan kebanyakan sangat anti-mainstream dari lagu-lagu di pasaran.

Sedangkan musik independent di Bangka Belitung atau yang lebih familiar disebut musik indie, sudah cukup berkembang dengan pesat. Ada beberapa anak muda Bangka Belitung yang berani berkreasi  dan mulai membentuk band lokal. Setidaknya ada dua grup band yang cukup populer di kalangan muda Bangka Belitung, yakni Shandya dan Sisi Lain.

“Kita terbentuk sejak tanggal 28 Januari 2018 lalu, kita masih sangat baru. Lagu yang sudah kami ciptakan sekarang sudah ada enam lagu, setiap manggung kami selalu bawa lagu kami sendiri. Sekarang kami lebih dikenal di masyarakat dengan lagu kami yang berjudul ‘Rindu Masa Kini’ lebih dikenal di lingkungan kampus,” tutur Erza sebagai pemain flute di Band Shandya, saat berbincang dengan wartawan, Sabtu (2/3/2019) malam.

Personil Shandya terdiri dari Ulfartha Isti sebagai vokalis, Ponius Septiawan sebagai gitaris dan flute dipegang Ezra Prayoga.

"Semoga nanti ke depan kami bisa diterima di masyarakat, beri kami apresiasi berupa bentuk dukungan lah untuk kami yang baru bergerak maju ini," ujar Erza.

Demikian juga dengan grup band Sisi Lain, mereka juga digandrungi anak-anak kampus dan saat ini sudah menelorkan tiga lagu ciptaan sendiri. Grup band yang berdiri sejak 1 Agustus 2018 hanya terdiri dari  dua personil yakni Ray sebagai vokalis dan Sibly sebagai gitaris.

"Animo pasaran kita banyak di kampus, lebih excited (menggairahkan -- red). Massa kita banyak di kampus, dan banyak lagu kita yang lebih dikenal anak-anak kampus," ungkap Ray sang vokalis Sisi Lain.

Grup band yang lebih di kenal dengan lagu "Tenang" ini mengaku untuk saat ini mereka masih membutuhkan personil melengkapi posisi yang masih lowong. Nama Sisi Lain sendiri diambil dari sisi lain kedua personil tersebut yang berbasic dari penyanyi wedding dan cafe.

 

"Lagu yang kita ciptakan lirik-lirinya lebih pada kritik sosial,” imbuh Ray.

Ray pun berharap bisa menelorkan album baru sehingga masyarakat Bangka Belitung bisa mengerti jika musik indie enak didengar.

Saat ditanya mengenai rencana pemerintah untuk mengeluarkan UU Permusikan, Ray dengan jelas menolak. Ia menilai UU Permusikan akan mengancam kesejahteraan musisi, terutama mereka yang berkarya di jalur independen termasuk musik indie.

"Yang jelas kami kawan-kawan Sisi Lain benar-benar menolak rancangan UU permusikan, karena musik tidak bisa diatur, musik punya caranya sendri untuk bercerita. Kalau pun ada UU permusikan,  mungkin kita yang pertama kali di penjara oleh pemerintah,” tukas Ray.(*)



MEDSOS WOWBABEL