PT Timah Tbk tak Terpegaruh Penghentian Perdagangan ICDX

Jurnalis_Warga    •    Selasa, 05 Maret 2019 | 19:30 WIB
Nasional
ilustrasi (net)
ilustrasi (net)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com -- Penghentian sementara perdagangan timah di bursa timah berjangka Indonesia Commodity Derivatives Exchange (ICDX) atau Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI) tidak berpengaruh sama sekali terhadap produksi maupun penjualan timah batangan milik PT Timah Tbk.

Sejak ICDX memberlakukan penghentian sementara perdagangan timah Oktober 2018, aktifitas perdagangan dan ekspor timah batangan perusahaan tambang BUMN ini tetap berjalan.

Tercatat Januari-Februari 2019, PT Timah Tbk (TINS) mengekspor hampir 10.000 metrik ton. Perdagangan timah batangan PT Timah Tbk pun melalui bursa berjangka BKDI.

“Suspen perdagangan timah di ICDX tidak berpengaruh terhadap kegiatan penjualan maupun produksi PT Timah Tbk. Sejak penghentian perdagangan timah batangan hasil laporan surveyor PT SI di bursa ICDX, PT Timah Tbk tetap melakukan kegiatan perdagangan malah melalui BKDI,” kata Anggi B Siahaan Kepala Bidang Humas PT Timah Tbk ketika dikonfirmasi wowbabel.com, Selasa (5/3/2019).

 Ditegaskan oleh Anggi, suspen perdagangan timah oleh ICDX bukan berarti tidak ada kegiatan perdagangan timah Indonesia. Karena PT Timah Tbk sudah memenuhi segala persyaratan baik penambangan maupun izin ekspor sehingga mendapat laporan surveyor (LS) sebagai syarat ekspor timah dari PT Sucofindo.

“PT Timah Tbk tetap melakukan perdagangan di bursa timah. Kegiatan produksi hingga ekspor tetap berajalan seperti bisa karena sudah memenuhi segala persyaratan. Termasuk diterbitkannya LS oleh Sucofindo,” ujar Anggi.

Anggi menambahkan suspen oleh ICDX bukan berarti pemerintah Indonesia menghentikan kegiatan perdagangan timah.

“Perdagangan timah Indonesia tidak dihentikan jika memenuhi aturan yang berlaku. ICDX yang menghentikan sementara perdagangan timah batangan di bursa, khusus timah batangan yang diverifikasi oleh PT SI,” ucap Anggi.

PT Sucofindo bekerja sama untuk verifikasi asal barang  milik PT Timah Tbk dibenarkan oleh Puguh Pramono Kepala Unit Pelayanan PT Sucofindo Pangkalpinang. Tidak saja PT Timah Tbk, beberapa smelter atau pelaku usaha timah menggunakan jasa Sucofindo.

“Untuk kegiatan ekspor harus ada LS dan tidak hanya PT Timah yang bekerjasama dengan Sucofindo ada juga smeleter lainnya. Kalau sudah memenuhi syarat Sucofindo mengeluarkan LS seperti yang dilakukan PT Timah,” kata Puguh dihubungi terpisah.

Sucofindo  menjalin kerjasama untuk survey asal barang berupa timah dengan lima perusahaan swasta di luar PT Timah Tbk. Diantara smelter yang sudah melakukan kerjasama PT BTI, ACL, MSP, dan RBT.

“Siapapun yang belum memenuhi persyaratannya,  ya dipenuhi dulu persyaratan, setelah itu kita cek segala persyaratan. Kalau sudah dipenuhi  kita keluarkan laporan surveynya,” ujar Puguh.

Menanggapi proses LS oleh PT Sucofindo (Persero) tidak memakan waktu lama. Tergantung dari kelengkapan persyaratan dari perusahaan yang melakukan kontrak kerjasama dengan Sucofindo.

Seperti diberitakan sebelumnya, PT BKDI atau ICDX memperdagangkan timah batangan dibursa setelah lima bulan terhenti.

BKDI juga memperbolehkan pengusaha timah mendapatkan sertifikat baik yang diverifikasi PT Sucofindo maupun PT Surveyor Indonesia. Rencananya kontrak baru diluncurkan Senin (4/3/2019) diharapkan dapat memulihkan kembali perdagangan timah Indonesia yang sempat tersendat. (*)



MEDSOS WOWBABEL