Hibahkan Lahan, Hormin Sedih Melihat Anak-anak banyak yang Putus Sekolah

ADVERTORIAL    •    Rabu, 20 Maret 2019 | 16:29 WIB
Lokal
Hormin, menandatangani berkas acara hibah lahan miliknya ke Pemkab Bangka untuk dibangun SMP. (ist)
Hormin, menandatangani berkas acara hibah lahan miliknya ke Pemkab Bangka untuk dibangun SMP. (ist)

MENDO BARAT, www.wowbabel.com - Keinginan salah satu warga masyarakat Dusun Air Penyangkar, Desa Kace, Kabupaten Bangka, Hormin untuk menghibahkan lahan miliknya demi dibangun Sekolah Menengah Pertama (SMP) bagi warga setempat, akhirnya dapat terwujud. Bahkan, Bupati Bangka, Mulkan bersama pihak Kemendikbud Republik Indonesia (RI), Rabu (20/3/2019) siang meninjau langsung ke lokasi.

Hormin sempat menyampaikan alasannya menghibahkan lahan untuk dijadikan sekolah, karena tidak ingin lagi melihat anak-anak di Desa Kace banyak yang putus sekolah, setelah tamat dari Sekolah Dasar (SD).

''Saya sedih, banyak anak-anak disini kalau tamat SD mereka tidak sekolah lagi. Karena disini SMP yang ada tidak dapat menampung sepenuhnya anak-anak,'' jelasnya.

Terbatasnya sekolah jenjang SMP di Desa Kace, membuat sebagian besar anak lulusan SD bersekolah jauh dari kediaman mereka. Hal tersebut diperparah dengan aturan Zonasi bagi siswa SMP yang diterapkan melalui Permendikbud Nomor 14 Tahun 2018. Aturan zonasi tersebut juga dianggap telah membatasi anak-anak di Desa Kace dan sekitarnya untuk bersekolah di seputaran tempat tinggal dengan radius penetapan dalam permendikbud ini.

''Jadi, banyak anak-anak tidak dapat tempat di SMP yang ada di sini, karena keterbatasan ruang kelas. Semoga dengan adanya sekolah ini nanti, setidaknya dapat menampung anak-anak lainnya. Ini juga amanat orang tua saya,'' lanjunya.

Sementara itu, Kasubid Sarana Prasarana Kemendikbud RI, Firdaus, menuturkan, pihaknya tidak akan langsung membangun SMP di Desa Kace tersebut, karena akan masih melakukan analisis terhadap kelengkapan administrasi serta teknis lokasi tanah dan lain-lain.

"Banyak aspek yang akan kita lihat nanti. Dari teknis apa layak di bangun dengan melihat kontur tanah serta kemiringanya, memang tidak langsung diputuskan saat ini. Sudah harus dibangun tahun ini atau tahun berikutnya kita lihat nanti,"ungkap Firdaus.

Diakuinya, dalam beberapa waktu kedepan, ia bersama rekan-rekannya akan melakukan presentasi tentang apakah Desa Kace sudah layak dibangun gedung SMP.

''Dengan melihat jumlah sekolah dan siswa SD yang akan melanjutkan sekolah ke SMP di sini. Untuk mutu pendidikan di Kabupaten Bangka saat ini menurut saya sudah baik. Tapi nanti akan kita lihat berapa jumlah anak yang akan melanjutkan ke tingkat SMP. Itu perlu waktu,'' tandasnya. (*/ADV)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL