RKPD Basel Tahun 2020 Stabilkan Pembangunan Makro

Foto bersam ausai rapat forum musyawarah Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Tahun 2020, di Gedung Balai Daerah Pemkab Basel, Rabu (27/3/2019). (aston/wowbabel)
Foto bersam ausai rapat forum musyawarah Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Tahun 2020, di Gedung Balai Daerah Pemkab Basel, Rabu (27/3/2019). (aston/wowbabel)

TOBOALI, www.wowbabel.com - Laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bangka Selatan (Basel) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), terus mengalami tren positif dalam kurun tiga tahun terakhir. Bahkan, laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten bagian selatan pulau Bangka itu sempat melampaui laju pertumbuhan ekonomi pemerintah provinsi (Pemprov) Babel.

 

Justiar Noer, Bupati Bangka Selatan mengatakan, pada tahun 2017 lalu, pertumbuhan ekonomi Basel tumbuh sebesar 4,51%, yang mana melebihi angka pertumbuhan ekonomi Provinsi Bangka Belitung.

 

"Pertumbuhan ekonomi Bangka Selatan pada tahun 2017 lebih tinggi dari Provinsi Bangka Belitung yakni 4,51 persen, namun masih dibawah Nasional yang berada pada angka 5,1 persen," kata Justiar Noer saat memimpin rapat forum musyawarah Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Tahun 2020, di Gedung Balai Daerah Pemkab Basel, Rabu (27/3/2019).

Ia menuturkan, sektor Pertanian, Kehutanan dan Perikanan merupakan penyumbang tertinggi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)  dengan persentase 36,86% pada Tahun 2017 dan 39,54% pada Tahun 2016.

Sementara, angka kemiskinan Bangka Selatan pada Tahun 2018 berada pada angka 3,70%. Angka tersebut disampaikan Justiar, mengalami penurunan jika dibandingkan pada Tahun 2017 yakni, sebesar 3,92%. Presentase angka kemiskinan tersebut merupakan terendah setelah Kabupaten Bangka Barat yang berada pada angka 3,05%.

Akan tetapi disampaikan Justiar Noer bahwa, angka indeks pembangunan manusia (IPM)  merupakan yang paling rendah di Provinsi Bangka Belitung yakni, 65,02 untuk Tahun 2017, dimana rata-rata untuk Provinsi adalah 69,99.

"Untuk itu diharapkan dengan tema RKPD Tahun 2020, kita dapat meningkatkan nilai IPM  sehingga SDM kita mampu lebih berdaya saing," imbuhnya.

Disamping itu Justiar mengatakan bahwa, indikator pembangunan makro Basel masih fluktuatif sehingga perlu kerja keras agar laju indikator pembangunan makro Basel pada Tahun 2020 terus tumbuh positif dan stabil.

 Pembangunan kembali diingatkan Justiar bukan saja menjadi tanggungjawab pemerintah semata, namun harus ada keterlibatan semua komponen baik pemerintah daerah, aparat keamanan, dunia usaha, masyrakat serta stakeholder lainnya.

"Karena pemerintah hanyalah fasilitator dan regulator, untuk itu dibutuhkan partisipasi semua pihak dimulai proses perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi, bahkan partisipasi dalam memelihara hasil-hasil pembangunan sehingga terbangun rasa memiliki oleh semua pihak agar keberhasilan dan keberlanjutan pembangunan tetap terjaga," tukasnya. (ADV)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL