Profesor Tanigaki Kupas Society 5.0

ADVERTORIAL    •    Jumat, 29 Maret 2019 | 21:13 WIB
Lokal
International Classical on Asian Community (ICAC) memasuki pertemuan ketujuh dan digelar di Ball Room Hotel Bumi Asih Pangkalpinang, Jumat (27/3/2019).(wb)
International Classical on Asian Community (ICAC) memasuki pertemuan ketujuh dan digelar di Ball Room Hotel Bumi Asih Pangkalpinang, Jumat (27/3/2019).(wb)

PANGKALPINANG,www.wowbabel.com -- International Classical on Asian Community (ICAC) memasuki pertemuan ketujuh dan digelar di Ball Room Hotel Bumi Asih Pangkalpinang, Jumat (27/3/2019).

Kerjasama FISIP Universitas Bangka Belitung dengan One Asia Foundation ini mengundang dosen University of Tokyo menjadi nara sumber yakni Profesor Tanigaki Mariko dengan topik bahasan society five point'zero (5.0), masyarakat Hongkong, serta hubungan Jepang dengan Asia.

Saat menyampaikan sambutan, Tanigaki menceritakan sedikit riwayat hidupnya hingga bisa menjadi seorang dosen di Universitas of Tokyo, serta membuktikan bahwa kondisi masyarakat Jepang mengalami perubahan, dan akan membuktikan perubahan tersebut.

"Mungkin anda bisa melihat penampilan saya,  dari penampakan saya wanita. Mungkin setelah orang tau bahwa saya seorang pengajar profesor di Tokyo University , universitas tebaik di Jepang maupun di dunia. Maka kemungkinan  orang akan mengira saya berasal dari Tokyo dari kalangan keluarga yang luar biasa, tapi sebetulnya saya lahir di daerah Khiuzu. Yang merupakan kepulauan yang berada jauh dibawah selatan Khongzu. Jadi saya bukan orang kota, jauh di selatan Tokyo. Dan SMA saya juga bukan sekolah favorit , dan  orang tua saya juga bukan seorang akademisi, hanya seorang penjahit pakaian. Pada saat mendaftar di perguruan tinggi, tidak ada kolom pekerjaan orang tua. Tidak juga menulis asal kita dari mana, serta jenis kelamin. Jadi artinya, asal nilai kita ba



1   2      3      4