Ini Kronologis Dugaan Caleg Berkampanye Gunakan Fasilitas Negara

Aston    •    Senin, 01 April 2019 | 21:20 WIB
Pilkada
Komisioner Bawaslu Basel Divisi Hukum Hukum, Penindakan, Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa (HPPS), Erik.(dok)
Komisioner Bawaslu Basel Divisi Hukum Hukum, Penindakan, Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa (HPPS), Erik.(dok)

TOBOALI,www.wowbabel.com -- Badan Pegawasan Pemilu ( Bawaslu) Kabupaten Bangka Selatan belum membeberkan siapa oknum anggota DPRD Basel  serta fasilitas negara apa yang digunakan saat melakukan kampanye.

Pihak Bawaslu Basel mengatakan masih melakukan proses pendalaman lebih lanjut dan akan kembali menggelar rapat pembahasan lanjutan bersama Sentra Gakkumdu.

Kendati demikian, Bawaslu membeberkan bagaimana dugaan pelanggaran kampanye tersebut ditemukan oleh Bawaslu Basel.

Komisioner Bawaslu Basel Divisi Hukum Hukum, Penindakan, Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa (HPPS), Erik mengungkapkan bahwa, aktivitas kegiatan kampanye tersebut terjadi pada tanggal 8 Maret 2019 pada hari Jumat lalu. Kegiatan kampanye tersebut dilakukan  di wilayah daftar pilih (Dapil) 1 Bangka Selatan.

Jenis kampanye merupakan kampanye tatap muka terbatas dan aktivitas kampanye tersebut diketahui oleh pihak kepolisian karena sudah mendapat STTP dari Polres Bangka Selatan.

"Kegiatan kampanye tersebut berdasarkan STTP yang diterbitkan pihak Polres Basel dilaksanakan pada hari Jum'at tanggal 8 Maret 2019. Berdasarkan STTP yang diterbitkan Polres Basel aktivitas kampanye tersebut adalah kampanye tatap muka,"  terang Erik usai rapat pembahasan sentra Gakkumdu, Senin (1/4/2019).

Aktivitas kampanye tersebut berawal laporan  tenaga pengawas tingkat Kecamatan Bawaslu dengan dugaan pelanggaran kampanye menggunakan fasilitas Negara.

 "Kemudian laporan tersebut dijadikan temuan berdasarkan hasil rapat pleno di tingkat kecamatan tertanggal 15 Maret 2019, kemudiam diteruskan ke Sentra Gakkumdu Bangka Selatan, pada Hari Senin tertanggal 18 Maret 2019," tutur Erik.

Menurut Erik, pihaknya sudah melakukan tahapan demi tahapan terkait temuan dugaan pelanggaran kampanye tersebut. Bawaslu juga sudah melakukan pemanggilan terhadap dugaan terlapor dan pihak terkait seperti pemilik rumah yang dijadikan lokasi kampanye tatap muka sebanyak dua kali.

"Kami (Bawaslu--red) sesuai dengan mekanisme yang diatur tentang temuan dan laporan serta tentang Sentra Gakkumdu. Kami sudah melakukan mekanisme sesuai tata urutan. Jadi kami sudah memanggil untuk dimintai klarifikasi, sudah mengundang pihak-pihak yang terkait indikasi dugaan pelanggaran. Kami sudah mengundang tuan rumah, peserta kampanye, serta penemu dalam hal ini pengawas tingkat kecamatan kami BKD dan PPS. Yang mana kami juga sudah melakukan dua kali undangan terhadap terlapor yang menggunakan fasilitas negara dalam kegiatan kampanye seperti indikasi diduga pelanggaran tersebut," tukas Erik.(as/wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL