Ini Barang Bukti Dugaan Pelanggaran Kampanye di Basel

Aston    •    Kamis, 04 April 2019 | 15:53 WIB
Lokal
Kantor Bawaslu Basel. (Astoni/ Wowbabel)
Kantor Bawaslu Basel. (Astoni/ Wowbabel)

TOBOALI, www.wowbabel.com - Kasus dugaan pelanggaran kampanye yang dilakukan salah satu peserta Pemilu (Caleg) DPRD Basel yang  sekaligus Dewan aktif terus diproses Bawaslu Basel.

Kasus dugaan pelanggaran kampanye oleh salah satu Caleg dewan aktif tersebut karena menggunakan fasilitas Negara saat berkampanye. 

Hanya saja, Bawaslu hingga kini belum bersedia membeberkan siapa dan asal Partai terlapor serta fasilitas Negara apa yang digunakan. 

Kasus dugaan pelanggaran kampanye itu adalah temuan langsung Bawaslu Basel bukan berasal dari laporan masyarakat, sehingga perkara itu sepenuhnya berada di tangan lembaga pengawas Pemilu Bawaslu Basel.

Kendati kasus itu baru sebatas dugaan dan masih dalam pembahasan, Sentra Gakkumdu selaku pihak yang menanganai perkara pelanggaran Pemilu yang terdiri dari unsur Kepolisian dan Kejaksaan, baru akan memutuskan perkara pada Jum'at, 5 April 2019 besok melalui rapat pembahasan Sentra Gakkumdu untuk memutuskan apakah terdapat pelanggaran atau tidak.

Sementara Bawaslu sendiri selaku pihak yang menemukan pelangaran sudah  mengantongi sejumlah barang bukti.

Komisoner Bawaslu Basel Divisi Hukum, Penindakan, Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa (HPPS) Erik mengungkapkan bahwa, salah satu barang bukti yang mereka kantongi adalah berupa foto yang  didokumentasikan oleh tenaga pengawas lapangan Bawaslu saat kampanye terlapor berlangsung. 

"Barang bukti yang jadi penguatan kita (Bawaslu--red) salah satunya adalah bukti foto hasil rangkaian pengawasan melekat yang dilakukan oleh pengawas pemilu dijajaran Bawaslu," kata Erik, Kamis (4/4/2019). 

Disamping barang bukti berupa foto, dikuatkan juga dengan keterangan dari saksi pengawas Bawaslu yang melakukan pengawasan. 

"Dan keterangan klarifikasi oleh Panwascam  terkait dugaan pelanggaran itu sehingga didalam dugaan pelanggaran tersebut bisa menjadi sebuah temuan lanjutnya diregister di Bawaslu Basel," ungkapnya. 

Sebelumnnya, Erik membeberkan bagaiamana kronologis temuan dugaan pelanggaran kampanye tersebut. Aktivitas kegiatan kampanye tersebut terjadi pada tanggal 8 Maret 2019 pada hari Jum'at. Kegiatan kampanye tersebut dilakukan  di wilayah daftar pilih (Dapil) 1 Bangka Selatan. 

Kegiatan kampanye tersebut merupakan kampanye tatap muka terbatas dan aktivitas kampanye tersebut diketahui oleh pihak kepolisian karena sudah mendapat STTP dari pihak kepolisian Polres Basel. 

"Kegiatan kampanye tersebut berdasarkan STTP yang diterbitkan pihak kepolisian Polres Basel dilaksanakan pada hari Jum'at tanggal 8 Maret 2019, dan berdasarkan STTP yang diterbitkan Polres Basel aktivitas kampanye tersebut adalah kampanye tatap muka,"  kata Erik usai rapat pembahasan sentra Gakkumdu, Senin (1/4/2019). 

Aktivitas kampanye itu berawal laporan  tenaga pengawas tingkat Kecamatan Bawaslu Basel dengan dugaan pelanggaran kampanye menggunakan fasilitas Negara. 

"Kemudian laporan tersebut dijadikan temuan berdasarkan hasil rapat pleno di tingkat kecamatan ter tanggal 15 Maret 2019, kemudiam diteruskan ke sentra Gakkumdu Bangka Selatan, pada Hari Senin ter tanggal 18 Maret 2019," terangnya.

Bawaslu  sudah melakukan pemanggilan terhadap dugaan terlapor dan pihak terkait seperti pemilik rumah yang dijadikan lokasi kampanye tatap muka sebanyak dua kali. 

"Kami (Bawaslu--red) sesuai dengan mekanisme yang diatur tentang temuan dan laporan dan tentang sentra Gakkumdu, kami sudah melakukan mekanisme sesuai tata urutan. Jadi kami sudah memanggil untuk dimintai klarifikasi, sudah mengundang pihak-pihak yang terkait indikasi dugaan pelanggaran. Kami sudah mengundang tuan rumah, peserta kampanye, serta penemu dalam hal ini pengawas tingkat kecamatan kami BKD dan PPS. Yang mana kami juga sudah melakukan dua kali undangan terhadap terlapor," tukasnya. (Astoni/ Wowbabel)



MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE