Desa Rias dan Serdang "Dihadiahi" Mesin Baru

Aston    •    Senin, 08 April 2019 | 16:14 WIB
Lokal
Rizal, Sekretaris Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Bangka Selatan saat menyerahkan bantuan dua unit mesin perontok  bantuan pemerintah pusat.(as/wb)
Rizal, Sekretaris Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Bangka Selatan saat menyerahkan bantuan dua unit mesin perontok bantuan pemerintah pusat.(as/wb)

TOBOALI,www.wowbabel.com -- Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Bangka Selatan, menyerahkan combine mesin perontok padi sebanyak dua unit kepada Desa Rias dan Desa Serdang, Kecamatan Toboali, Bangka Selatan, Senin (8/4/2019).

Dua unti mesin perontok combine alat mesin pertanian (Alsintan) merupakan alsintan bantuan pemerintah pusat kepada pemerintah Kabupaten Bangka Selatan guna mempermudah petani saat memanen padi.

"Bantuan combine ini sudah kita terima bulan Januari lalu dari pemerintah pusat, hari ini (Senin--red) baru kita serahkan karena sudah masuk musim panen," ujar Sekretaris Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Pemkab Basel, Rizal, Senin (8/4/2019).

Dua unit mesin perontok bantuan pemerintah pusat tersebut, diserahkan kepada Desa Serdang dan Rias mengingat kebutuhan Alsintan mesin perontok di dua Desa itu yang masih kurang.

"Mudah-mudahan dua unit tambahan mesin perontok ini, petani kita di dua desa ini semakin terbantukan, panen lebih mudah dan kesejahteraan petani semakin meningkat," imbuhnya.

Ia mengatakan, dua unit mesin perontok itu sangat bermanfaat bagi pemerintah Bangka Selatan khususnya yang memang tengah fokus meningkatkan produksi pertanian. Bahkan, pemerintah setempat menargetkan swasembada beras dalam beberapa tahun kedepan.

"Nilai dua unit mesin ini cukup besar sekitar Rp 1,5 miliar, satu hari mampu menggarap  tiga hektare," ungkapnya.

Rizal berharap alsintan itu dikelola sebaik mungkin  sehingga bermanfaat bagi petani di dua Desa setempat.

Namun, mesin perontok bantuan pemerintah itu tidak dapat digunakan petani secara cuma-cuma. Pengelolaannya diserahkan pemerintah kepada unit pengelolaan jasa alsintan yang ada di dua Desa setempat.

"Ya ada  biaya pemeliharaan dan jasa pengoperasiannya, senilai Rp 1,6 juta per hektare atau Rp 400 ribu per petak," tukas Rizal.(as/wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL