Ricuh Demo di DPRD, Sejumlah Mahasiswa Masuk Rumah Sakit

Mahasiswa yang terluka sedang mendapat perawatan di Puskesmas Air Itam.(dag/wb)
Mahasiswa yang terluka sedang mendapat perawatan di Puskesmas Air Itam.(dag/wb)

PANGKALPINANG,www.wowbabel.com -- Puluhan mahasiswa dari bebagai kampus di Bangka Belitung, yang terpaksa dilarikan ke ruang perawatan Puskesmas Air Itam, Pangkalpinang, usai menggelar aksi damai di Gedung DPRD Bangka Belitung, Jumat (3/5/2019) pagi.

Mereka yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Babel, harus dirawat lantaran diduga mengalami kekerasan fisik, saat terjadi aksi saling dorong dengan aparat kepolisian dan Satpol PP Provinsi Babel, yang bertugas mengawal jalannya aksi demo.

"Ada sekitar 15 orang yang mengalami kekerasan fisik, sampai ada yang dirawat di Puskesmas Air Itam," kata salah satu koordintor aksi, Mardiansyah Putra.

Usai mendapat perawatan, sejumlah mahasiswa tersebut kemudian melakukan visum di Rumah Sakit Umum Daerah Depati Hamzah Pangkalpinang, yang berencana membawa kasus tersebut ke jalur hukum.

"Rencana kita akan membuat laporan atas tindakan aparat ini. Kami minta kepada Kapolda menindak anggota yang semena-mena," tegasnya.

Ia menjelaskan, sebelumnya ratusan mahasiswa yang menggelar aksi dalam rangka memperingati Hardiknas dan Hari Buruh tersebut, mendapat perlawanan ketika mencoba masuk ke dalam Gedung DPRD Babel, untuk bertemu wakil rakyat.

"Kami berkeinginan masuk ke ruang DPRD ingin menghadirkan Ketua DPRD dihadapan kawan-kawan mahasiswa yang hadir, namun upaya kami mau masuk dilawan oleh tindakan prevesif dari aparat kepolisian," jelasnya.

"Kawan-kawan ada yang dipukul, ada yang diinjek-injek, sampai ada yang pingsan dan perempuan juga ada yang diintimidasi. Kami sangat mengecam tindakan aparat ini," sambungnya.

Sementara itu, pihak kepolisian membantah melakukan kekerasan terhadap para mahasiswa. Tindakan yang diambil menurut Kabg Ops Polres Pangkalpinang, Kompol Sahbaini, sesuai prosedur yang ada tanpa ada aksi pemukulan terhadap mahasiswa.

"Mereka ingin masuk dan menduduki gedung kita tidak memberi izin, nah disitu terjadi aksi dorong-dorong, tidak ada aksi pukul, ada yang pingsan itu mungkin karena terdesak," ungkap Kabag Ops.

Aksi tersebut, kata dia, tak berlangsung lama dan mahasiswa kembali melanjutkan aksi damai mereka.

"Setelah itu aksi kembali normal, mereka kembali melakukan aksi di kantor Diknas itu kita dampangi dan terakhir ke Disnaker," tandas Kompol Sahbaini.(dag/wb)



MEDSOS WOWBABEL