Mulkan: Mandi Belimau Tradisi Budaya Pejuang

Bupati Bangka, Wakil Bupati Bangka dan keturunan Depati Bahrain, Muchtar Bahrain mengikuti prosesi Mandi Belimau. (Dwi HP/wowbabel)
Bupati Bangka, Wakil Bupati Bangka dan keturunan Depati Bahrain, Muchtar Bahrain mengikuti prosesi Mandi Belimau. (Dwi HP/wowbabel)

 

MERAWANG, www.wowbabel.com -- Bupati Bangka, Mulkan SH MH, mengatakan Mandi Belimau yang dilaksanakan setiap menyambut bulan suci ramadhan, merupakan tradisi budaya pejuang yang sudah dilaksanakan ratusan tahun lalu. 

Diungkapkannya prosesi Mandi Belimau ini pun sudah dilaksanakan sejak tahun 1998 lalu ketika Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka dipimpin Almarhum Eko Maulana Ali, dilanjutkan Yusroni Yazid, Tarmizi H Saat hingga saat ini. 

"Sekarang ini kami yang memimpin Pemkab Bangka, pun akan terus menjalankan prosesi Mandi Belimau ini dan seterusnya," kata Mulkan di Merawang, Sabtu (4/5/2019). 

"Mandi belimau ini jangan diperdebatkan, baik secara agama atau pun hal lainnya, tapi ingatlah tujuan dari prosesi Mandi Belimau ini," ujarnya. 

Mulkan menjelaskan tujuan Mandi Belimau ini selain untuk mensucikan diri menghadapi ramadhan, sebagai sarana menjalin silaturahmi dan ukhuwah islamiah serta memberikan rasa hormat kepada pejuang yang sudah memberikan pelajaran terkait pensucian diri. 

"Ambil sisi positifnya, jangan dilihat dari yang lain, jangan diperdebatkan lagi, bagi yang mau silakan dan bagi yang tidak mau tidak ada paksaan," jelas Mulkan. 

"Ini sarana silaturahmi, meningkatkan ukhuwah islamiah dan menghormati jasa pejuang yang rela berkorban demi daerah dan negara," pungkasnya. 

Sementara, Perwakilan Keluarga Besar Depati Bahrin, Muchtar Bahrain, menyampaikan beberapa pesan terkait Mandi Belimau, salah satu tradisi yang dilaksanakan masyarakat Desa Kimak dan sekitarnya. 

Menurutnya, Mandi Belimau merupakan budaya terdahulu yang pernah dilakukan oleh Depati Bahrin dalam mensucikan diri menyambut bulan suci ramadhan.

Keluarganya mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah, yang secara rutin telah melaksanakan budaya Mandi Belimau secara terus menerus.

"Budaya ini demi untuk menghargai pejuang kita, kebiasaan ini telah dilaksanakan 20 tahun, jangan dihilangkan, tetapi dikemas lebih baik demi generasi penerus kita kedepanya," harap Muchtar Bahrain. (Dwi HP/wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL