Mahasiswa Berumur 22 Tahun Jadi Anggota Dewan

Aston    •    Minggu, 05 Mei 2019 | 17:22 WIB
Pilkada
Yogi Maulana. (Ist)
Yogi Maulana. (Ist)

TOBOALI, www.wowbabel.com -  Tak hanya mencatat rekor pendulang suara tertinggi hasil Pemilihan Umum DPRD Kabupaten Bangka Selatan. Yogi Maulana Caleg Partai Gerindra, juga masuk salah satu kandidat calon anggota Dewan termuda pada Pemilihan Umum Pemilu serentak 17 April 2019. 

Yogi Maulana saat ini masih berusia 22 Tahun, Kelahiran 24 Mei 1996. Anak dari  pasangan H. Yusuf dan Hj. Mulyana itu masih menyandang status Mahasiswa di salah satu universitas Swasta Jakarta, Universitas Pelita Harapan Jurusan Hukum Internasional. 

Kepada wowbabel.com, Yogi Maulana mengatakan, saat ini ia tengah menjalani Semester akhir dan menargetkan Wisuda pada Bulan Agustus mendatang. 

"Kemarin ngambil cuti karena fokus  kampanye, Insya Allah target Agustus Wisuda," kata Yogi mengawali perbincangan dengan wowbabel.com, Minggu (4/5/2019). 

Bincang santai dilanjutkan bagaimana awal cerita Mahasiswa itu niat turun ke kancah perpolitikan mengingat usia yang masih relatif muda, terlebih masih menyandang status Mahasiswa. 

Sebelumnya Yogi mengaku belum pernah bergabung dengan Partai Politik. Cerita Politik baru ia dapat sejak dibangku Perkuliahan. Dunia Politik semakin intens ia dengar sejak berteman dengan anak salah satu Politikus Nasional yang saat ini duduk di Kursi DPR RI. 

"Awal dengan teman-teman saling cerita mau jadi apa selesai kuliah, kebanyakan teman ingin pebisnis alasan bisa berbagi dari hasil bisnis, tapi ada juga teman yang kebetulan orang tua anggota dewan mau nyalon Dewan, alasannya bisa berbuat lebih banyak untuk masyarakat, buat aturan untuk kepentingan masyarakat, bisa mengajukan pembangunan dari aspirasi masyarakat, dari situ saya mulai tertarik dan berniat jadi anggota Dewan," ujarnya. 

Niat itu kemudian ia teruskan dengan intens bertemu Politikus dari berbagai Partai Politik di Ibu Kota Jakarta untuk sekedar berkonsultasi. Pada akhirnya ia mengaku bertemu dengan anggota Dewan Pembinan Partai Gerindra Romo Syafii.

"Beberapa kali ketemu dengan Pak Fadli Zon, dari arahan beliau saya memutuskan masuk Gerindra," tuturnya. 

Kendati demikian, Yogi mengaku kerap dihantui rasa tidak percaya diri, belum dikenal, hingga tinggal di pedesaan menambah pesimistis untuk dapat simpatik masyarakat. Rasa percaya diri akhirnya timbul setelah ia bertemu dengan pengacara kondang Hotman Paris Hutapea yang kebetulan Dosen ditempat ia menimba ilmu. 

"Anak kampung jangan takut bertanding," kata Yogi menirukan perkataan Hotman Paris Hutapea. 

Lanjutnya, lika liku politik ia rasakan setelah memasuki tahapan pencalonan. Rencana dan strategi agar lebih dikenal masyarakat ia merasa sedikit tercekal dengan nomor urut yang diberikan Partai yakni, nomor urut 4. 

"Sempat emosi dengan DPC masalah nomor urut karena mungkin jiwa muda ya, pemikiran saya nomor 1 sampai 3 yang lebih mudah dikenal masyarakat, diluar itu dianggap calon buangan. Saya ngotot tetap tidak diberikan alasan incumbent diutamakan. Jadi saya merasa tidak diperhitungkan, dan diremehkan lah dari segala hal," keluhnya kala itu.

Namun, kondisi itu ia jadikan motivasi lebih. Intens konsultasi dengan para politikus senior di Babel, serta dukungan penuh kedua orang tua serta keluarga besar ia jadikan motivasi tambahan agar diterima masyarakat.

Putra daerah asal Desa Sebagin itu akhirnya berhasil memenangi kontestasi Politik di daerah Pemilihan  Kecamatan Simpang Rimba dengan perolehan suara 2.595 suara. Bahkan, berdasarkan hasil penghitungan perolehan suara KPU Basel, perolehan suara Yogi Maulana adalah suara tertinggi dari seluruh kontestan pemilihan DPRD Kabupaten Bangka Selatan. 

"Alhamdulillah dari itu semua dapat saya buktikan," pungkasnya. (Astoni/wb)



MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE