Caleg Gerindra Divonis Enam Bulan Penjara

Sidang putusan yang dibacakan majelis hakim terkait dugaan pidana pemilu dengan terdakwa calon legislatif dari Partai Gerindra, Samsul Bahri. (Dwi HP/wowbabel)
Sidang putusan yang dibacakan majelis hakim terkait dugaan pidana pemilu dengan terdakwa calon legislatif dari Partai Gerindra, Samsul Bahri. (Dwi HP/wowbabel)

SUNGAILIAT, www.wowbabel.com -- Sidang dugaan pidana Pemilu 2019 dengan terdakwa Samsul Bahri, salah seorang calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bangka Selatan di Pengadilan Negeri (PN) Sungailiat kembali dilaksanakan dengan agenda putusan majelis hakim. 

Sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim,  Benny SH didampingi Hakim Anggota, Jonson Parancis SH dan Joni SH, menyatakan terdakwa dugaan pidana pemilu Samsul Bahri yang menggunakan kendaraan dinas saat menghadiri kampanye caleg DPR RI Partai Gerindra,  Kobalen, divonis enam bulan penjara.

Samsul Bahri dinyatakan bersalah dan divonis lebih berat dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Toboali, sebelumnya yang menuntut dua  bulan penjara sehingga melalui penasehat hukumnya langsung menyatakan banding. 

Samsul Bahri yang merupakan Ketua DPC Partai Gerindra Bangka Selatan dan Wakil Ketua II DPRD Bangka Selatan dijerat Pasal 521 juncto Pasal 280 ayat 1 huruf a Undang-Undang Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu, ia dinyatakan bersalah karena telah menggunakan fasilitas pemerintah berupa kendaraan dinas.

Dalam fakta persidangan, hakim membaca pertimbangan berkas berita acara pemeriksaan, keterangan saksi, keterangan ahli dan saksi meringankan hingga tuntutan JPU dan pledoi. Terdakwa Samsul Bahri dalam perkara ini memakai kendaraan dinas mobil Honda CRV warna putih plat merah BN 8 E yang membawanya ke lokasi kampanye.

Samsul Bahri selain hadir juga membuka kampanye caleg DPR RI,  Kobalen serta dalam sambutannya sempat menyampaikan visi dan misi Kobalen. 

Hakim juga menjadikan alat bukti surat pemberitahuan kampanye DPC Gerindra ke Satintelkam Polres Bangka Selatan dan STTP ( Surat Tanda Terima Pemberitahuan) kampanye yang dikeluarkan Polres Bangka Selatan dengan keterangan pada STTP sebagai pertimbangan hukum, yang mana dalam kedua surat itu
posisi Samsul Bahri sebagai Ketua DPC Partai Gerindra Bangka Selatan dan Juru Kampanye Kobalen serta caleg DPRD Bangka Selatan. 

Kejadian yang berlangsung pada hari Jumat, 8 Maret 2019 bermula ketika Samsul Bahri menghadiri kampanye tatap muka pada pukul 10.00 WIB di rumah Suhardi di Desa Serdang dengan diantar sopirnya memakai kendaraan dinas. 

Samsul Bahri dianggap telah melakukan perbuatan yang melanggar Undang-Undang dalam penggunaan fasilitas pemerintah walaupun pada pembelaan penasehat hukum terdakwa menyatakan terdakwa  tak sengaja menggunakan mobil dinas, namun majelis hakim berpendapat perbuatan terdakwa telah salah. 

Pertimbangan lain majelis hakim, harusnya terdakwa mengetahui kampanye yang telah terjadwal sesuai STTP dan datang memakai kendaraan dinas adalah perbuatan terlarang,  namun tetap dilakukan. 

"Dalam pasal 521 sudah sangat jelas semua pelanggaran Pasal 280 Undang-Undang Nomor 7 tahun 2017 adalah tindak pidana," kata Ketua Majelis Hakim, Benny SH.

"Terbukti secara sah dan meyakinkan dan tidak menemukan hal yang menghapuskan tanggungjawab terdakwa dan harus dijatuhkan pidana pemilu sebagai peserta atau tim kampanye pemilu yang menggunakan fasilitas pemerintah dengan pidana enam bulan penjara, tidak ditahan," ujarnya. 

Majelis hakim juga menjatuhkan denda satu juta rupiah dengan ketentuan apabila denda tidak dibayar digantikan kurungan satu bulan penjara, memerintahkan kendaraan dinas untuk dikembalikan ke Sekretariat DPRD Bangka Selatan dan terdakwa diminta membayar biaya perkara sebesar Rp 5.000.

Atas putusan ini terdakwa Samsul Bahri melalui penasehat hukumnya Jhohan Adhi Ferdian dari Jhohan & Suwanto Lawfirm mengajukan banding.  

"Mendengar dan menyimak dengan seksama maka dengan ini kami mengajukan banding," kata Jhohan Adhi Ferdian. 

Sementara itu, Denny SH selaku Jaksa Penuntut Umum menyatakan akan pikir - pikir atas putusan majelis hakim. (Dwi HP/wb)



MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE