Membangun Identitas Asia dengan Komunikasi

Program Kelas Internasional Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Universitas Bangka Belitung ( FISIP UBB) dan  One Asia Foundation Tokyo 2019 telah sampai pada pekan ke-14, digelar di Gedung Rektorat UBB, Jumat (10/5/2019).(ist)
Program Kelas Internasional Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Universitas Bangka Belitung ( FISIP UBB) dan One Asia Foundation Tokyo 2019 telah sampai pada pekan ke-14, digelar di Gedung Rektorat UBB, Jumat (10/5/2019).(ist)

PANGKALPINANG,www.wowbabel.com -- Program Kelas Internasional Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Universitas Bangka Belitung ( FISIP UBB) dan  One Asia Foundation Tokyo 2019 telah sampai pada pekan ke-14, digelar di Gedung Rektorat UBB, Jumat (10/5/2019).

Nara sumber kali ini adalah Ketua Jurusan sekaligus Dosen Sosiologi FISIP UBB dan merupakan  Ketua Panitia Program Kelas Internasional FISIP UBB dan One Asia Foundation  Tokyo 2019 serta Pembantu Deka FISIP UBB yakni Sujadmi AM dengan moderator Herland Franley Dosen Sastra Inggris FISIP UBB

Dekan FISIP UBB, Ibrahim menyebutkan berbicara komunikasi maka berarti juga menjadi upaya agar individu-individu ataupun komunitas-komunitas berbeda juga dapat diterima di indentitas yang berbeda.

"Saya optimis dengan komunitas yang baik dan efektif, maka juga akan berdampak kepada pemahaman yang baik pula. Oleh karena itu kita berharap melalui tema pentingnya komunikasi dalam memperkuat nilai-nilai sosial masyarakat kali ini maka kita berharap para generasi muda kita ke depan akan mampu berinteraksi dengan lebih baik termasuk dengan orang-orang yang berbeda indentitas terlebih di tengah komunitas asia," ungkap Ibrahim.

Sujadmi dalam pemaparannya dihadapan ratusan mahasiswa peserta program kelas internasional membahas terkait pentingnya " Modelling of Communication in Asia Friendship".

Sujadmi  pun berupaya memandu mahasiswa untuk aktif berdiskusi dalam pertemuan ke 14 ini bersama moderator, Herland Franley Dosen Sastra Inggris FISIP UBB.

Sujadmi menyebut pentingnya membangun komunikasi khsususnya juga dia antara negara-negara dalam komunitas Asia yang lebih diartikan kepada bagaimana membangun identitas negara-negara di Asia.

"Kalau lah selama ini dalam bidang pendidikan, teknologi pengetahuan selalu di dominasi barat, maka kini saatnya identitas Asia muncul dengan cara membangun komunikasi yang bertujuan meningkatkan solidaritas, memunculkan nilai-nilai lokalitas, kearifan lokal di masing-masing negara," ungkap Sujadmi.

Menurut Sujadmi sangat penting menjaga keutuhan komunitas demi mewujudkan sebuah keadilan,kemandirian sebuah bangsa, identitas bangsa, mengepankan nilai kejujuran dan persatuan guna membangun solidaritas antar sesama negara.

Bicara Komunitas Asia juga bicara termasuk peran Indonesia yang sudah muncul sejak 1955-an sebagai pelopor Konferensi Asia Afrika, yang memperlihatkan bagaimana Indonesia membangun komunikasi dengan negara lain dan peduli kepada negara-negara yang belum merdeka.

"Di era sekarang bagi negara-negara yang sudah mengalami masa penjajahan dan kini merdeka, tetap ayo bagaimana kita bisa turut maju, meningkatkan teknologi dan pengetahuan agar tidak selalu bergantung terhadap perspektif ala barat," ajak Sujadmi.

Hadir dalam kesempatan ini, Kepala Jurusan Sastra Inggris sekaligus Koordinator Humas Program Kelas Internasional FISIP UBB dan One Asia Foundation, Diana Anggraeni beserta sejumlah dan dosen FISIP UBB lainnya.(*)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL