[VIDEO] Mencari Mahrom, Korban Buaya Penghuni Sungai Empek

Video pencarian korban di Sungai Empek, Bangka Selatan. (Astoni/wowbabel)

PAYUNG, www.wowbabel.com - Mahrom (33) Warga Desa Bedengung, Kecamatan Payung, Bangka Selatan, korban terkaman buaya, hingga saat ini keberadaannya masih misteri. Hingga Sabtu (11/5/2019) malam korban belum berhasil ditemukan.

Upaya pencarian terhadap korban terus dilakukan  pihak Basarnas dibantu pihak kepolisian, serta masyarakat setempat. Pencarian dilakukan dengan cara menyisir aliran sungai lokasi korban dilaporkan diterkam binatang buas jenis buaya saat memancing bersama rekannya, Jum'at (10/5/2019) malam.

Basarnas yang tiba dilokasi kejadian Sabtu Siang menerjunkan raberboot  guna menyisir aliran sungai, namun  upaya pencarian belum membuahkan hasil.

 

 

 

Bahkan, upaya pencarian sudah  melibatkan orang pintar pawang buaya yang ada di daerah setempat, namun upaya tersebut juga belum membuahkan hasil. Diduga korban diseret buaya binatang buas jenis reptil itu jauh dari lokasi kejadian.

Kapolsek Payung, Iptu Epriansyah menuturkan bahwa, lokasi kejadian tepatnya di kawasan sungai Empek Dusun Pasir Putih Desa Batu Betumpang.

"Korban berangkat kelokasi sekitar pukul lima sore  guna mencari ikan bersama dua orang rekannya, namun sekitar pukul setengah sembilan malam, korban diduga disambar buaya kemudian rekannya memberitahukan kepada warga Dusun Pasir Putih guna minta bantuan, namun hinga Sabtu malam ini korban belum berhasil ditemukan," ujar Iptu Epriansyah.

Sabtu malam upaya pencarian terhadap korban terus dilakukan pihak Basarnas, dibantu pihak kepolisian serta dibantu warga sekitar.


Sandal dan Senter

Warga berhasil menemukan senter dan sandal yang diduga milik korban dilokasi kejadian saat korban dilaporkan disambar buaya.

"Saat masyarakat datang kelokasi tadi malam (Jum'at--red) hanya menemukan senter dan sandal saja," kata Abu Bakar Kaur Desa Bedengung, Sabtu (11/5/2019).

Senter dan sandal yang diduga milik korban ditemukan warga  mengapung diatas sungai, sementara dilokasi tersebut warga tidak menemukan korban.

Menurut warga yang datang kelokasi, kejadian bermula saat korban hendak mengangkat tajur atau pancing. Namun, tiba-tiba tangan korban langsung disambar buaya dan menyeret tubuhnya kedalam sungai.

"Mereka pegi mancing tiga orang. Korban saat itu ketika ngangkat banjur tiba-tiba tangan korban disambar buaya, sempat ditolong temannya menggunakan parang, tapi buaya langsung nyeret korban ke tengah sungai," cerita warga yang datang kelokasi kejadian.

Melihat kejadian itu, salah satu teman korban langsung bergegas mencari bantuan warga ke Dusun Pasir Putih.

"Sementara teman satunya nunggu dilokasi, kabarnya teman yang nunggu dilokasi sempat lihat buaya membawa tubuh korban yang sebelumnya tubuh korban diseret kedalam lumpur, tapi buanya balik lagi ngambil tubuh korban," sambungnya.

Pencarian terhadap korban hingga Sabtu malam belum membuahkan hasil. Kuat dugaan tubuh korban diseret binatang buas tersebut jauh dari lokasi kejadian.

Sementara sungai Empek Dusun Pasir Putih dikabarkan memang banyak buaya muara di sepanjang aliran sungai tersebur. Bahkan, tak jarang warga sering melihat buaya yang sedang berjemur.

"Daerah sini memang banyak buaya, kadang dia (buaya-red) berjemur," kata warga lain dilokasi kejadian.

Kendati demikian, sungai empek Dusun Pasir Putih tak jarang didatangi masyarakat untuk mencari ikan dengan cara memasang tajur dimalam hari.

Reporter : Astoni
Editor : Muri S



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL