Anas Pakar IT BPN Tidak Tercatat Vendor Inalum

Tim_Wow    •    Senin, 20 Mei 2019 | 13:18 WIB
Nasional
Hairul Ansa S.(net)
Hairul Ansa S.(net)

JAKARTA,www.wowbabel.com -- PT Inalum membatah jika perusahaan holding pertambangan ini memikiki vendor bernama Hairul Anas Suaidi dan perusahaanya PT Edumatic International (Gemadata Groups).  Penegasan pihak Inalum sekaligus mengklarifikasi cuitan pemikik akun twitter @bukandigembok.

"Terkait cuitan @bukandigembok soal Saudara Hairul Anas Suaidi, PT Inalum (Persero) mengklarifikasi bahwa Hairul Anas Suaid maupun PT Edumatic Internasional (Gemadata Groups) tidak tercatat sebagai vendor di perusahaan kami," tulis @INALUM_official sebagai akun resmi Inalum.

Pihak Inalum juga menegaskan jika screenshot dokumen yang beredar di media sosial bukan dokumen milik PT Inalum (Persero). 

"Semoga informasi ini dapat mengklarifikasi tweet yang telah beredar dan menyebut akun resmi Inalum."

Sebelumnya pemikik akun @bukandigembok menulis cuitan jika Khairul Anas Suaidi menawarkan proposal ke PT Inalum.

"Cari makan dari pemerintahan. Tapi teriak2 model gini. Ini integritasnya dimana? Masih percaya sama manusia primata model gini?" tulis @bukandigembok.

Lalu akun tadi menambahkan,"

Total Proyek Data Center @INALUM_Official  Si @hairulanas  minta 4,6 miliar Dengan kualitas @hairulanas ceroboh Banyak Bacot Gak punya skill." 

Nama Hairul Anas Suaidi mencuat ke publik menjadi berita besar. Hal itu bermula ketika pada tanggal 14 Mei 2019, Hairul, lulusan Elektro ITB mempresentasikan ciptaan robotnya yang, katanya, bisa merekam kesalahan-kesalahan IT Situng KPU.

Materi yang dipresentasikan di Hotel Sahid Jakarta di Simposium BPN Pasangan Capres/Cawapres 02 Prabowo-Sandi itu, mulanya memang mendapat pujian karena oleh orang-orang yang awam di bidang IT dianggap sebagai hasil temuan yang brilian.

Dunia medsos di seantero Indonesia memujinya sebagai ilmuwan pejuang. Tetapi tak sampai dua hari arus pujian itu berbalik menjadi cercaan dan cemoohan karena oleh para ahli IT sendiri dianggap bukan sebagai temuan melainkan hanya sebagai ilmu dasar yang diajarkan di semester-semester awal prodi Elektro di ITB. Bahkan kemudian Anas diprotes karena membawa nama besar ITB. (*)

Halaman