30 Peserta Terima Beasiswa One Asia Foundation

Gubernur Babel, menyerahkan beasiswa OAF kepada mahasiswa UBB. (Dwi HP/wowbabel)
Gubernur Babel, menyerahkan beasiswa OAF kepada mahasiswa UBB. (Dwi HP/wowbabel)

MERAWANG, www.wowbabel.com -- Universitas Bangka Belitung (UBB) akhirnya menutup kegiatan tahap pertama kelas internasional yang diselenggarakan FISIP UBB dengan One Asia Foundation yang dimulai sejak 15 Februari 2019 lalu dengan pelaksanaan sebanyak 16 kali pertemuan. 

Diungkapkan Wakil Dekan Satu FISIP UBB sekaligus Ketua Pelaksana Kelas Internasional tahun 2019, Sujadmi, MA kepada wowbabel.com,  mengatakan pihaknya dalam pelaksanaan kelas internasional ini turut mengundang pengajar dari UGM, UPI dan Universitas Tokyo. 

"Kelas internasional 2019 tahap pertama ini diikuti sebanyak 150 orang, diantaranya 120 orang mahasiswa mahasiswi FISIP UBB, sedangkan 30 lainnya tersebar dari fakultas lainnya di UBB," kata Sujadmi usai penutupan kegiatan di Kampus UBB, Rabu (22/5/2019).

"Harapan dari kegiatan ini bisa ditingkatkan lagi, sebab kedepan nanti era industri 4.0, mahasiswa mahasiswi harus melek teknologi tidak hanya lokal, nasional tapi juga internasional," ujarnya. 

Dikatakannya, One Asian Foundation 2019 hadir merupakan salah satu upaya dan program yang sangat penting, untuk menyatukan satu identitas waktu dan institusi yang selama ini ikut menjadi penyebab negara-negara di Asia khususnya, yang masih mengalami ketertinggalan ditengah pesatnya pengaruh global saat ini bahkan peranan China sebagai salah satu rival ekonomi Amerika, nyatanya pun belum mampu sepenuhnya membuat Asia bertitel maju.

"Asia akan maju apabila menghadapi tantangan di era global, sehingga diperlukan partisipasi publik yang lebih baik sebagai peluang besar dalam menciptakan suasana yang kondusif dan mampu berkompetisi secara sehat," paparnya. 

Program Kelas Internasional FISIP UBB dan One Asia Foundation merupakan salah satu langkah yang dilakukan dalam rangka mempersiapkan generasi milineal UBB khususnya dan Bangka Belitung umumnya, agar semakin siap untuk berkompetisi secara fair dan kemampuan daya saing yang tinggi dalam menghadapi era global.

"Program kelas internasional yang telah kami laksanakan semoga para mahasiswa pun akan lebih memiliki bekal pandangan tentang bagaimana menghadapi, meningkatkan daya saing untuk berkompetisi di era persaingan global baik dari sisi pendidikan, pariwisata, industri dan sebagainya, namun tetap mempertahankan nilai-nilai lokal sebagai identitas diri sebagai bangsa yang berdaulat," jelas Sujadmi. 

Sementara, Rektor UBB, Dr Ir Muhamad Yusuf, mengatakan dalam kesempatan ini mahasiswa mahasiswi ditantang untuk dapat maju tetapi harus bisa mempertahankan kearifan lokal untuk bersaing di tingkat nasional dan internasional ketika keluar dari Bangka Belitung. 

"Mahasiswa mahasiswi yang berprestasi pun mendapatkan award dari One Asian Fondation berupa uang sebesar US $ 160 kategori pertama, kemudian sebesar US $ 150 untuk kategori kedua dan kategori ketiga menerima beasiswa sebesar US $ 140 atau total sebesar Rp 63 juta untuk 30 orang," kata Yusuf. 

"Ada juga bingkisan bagi 20 orang peserta yang aktif, mudah-mudahan kedepan bisa lebih baik lagi," ujarnya. 

Ditambahkannya, pelan-pelan UBB mulai masuk ke level internasional, jika tidak bisa keluar maka bagaimana upayanya berusaha membawa kedalam sehingga bisa berjalan. 

"Kami diberikan kesempatan dua tahun dengan catatan tahun pertama berjalan baik, kalau dilihat semua lancar, mudah-mudahan tahun depan bisa berlangsung kembali," harap Yusuf. 

Gubernur Provinsi Bangka Belitung, Dr H Erzaldi Rosman SE, MM, mengatakan sangat mendukung program kelas internasional yang dilaksanakan FISIP UBB dengan One Asia Foundation, apalagi kedepan Bangka Belitung akan fokus dan mengembangkan sektor kepariwisataan ke tingkat internasional. 

"Kedepan ada dua kawasan ekonomi khusus (KEK) kepariwisataan di Pulau Bangka, sehingga perlu promosi dan pengembangan yang baik, dengan adanya kegiatan ini nanti mahasiswa mahasiswi bisa mempromosikan itu ke tingkat internasional," kata Erzaldi. 

Ditambahkannya, tidak hanya memfokuskan diri ke bidang kepariwisataan saja, dengan adanya kelas internasional ini, kedepan semua bidang yang ada di Bangka Belitung dapat berkembang lebih baik lagi dengan dukungan semua pihak termasuk mahasiswa mahasiswi yang ada di UBB. (Dwi HP/wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL