Ibnu Saleh Akui Kemiskinan di Bateng Turun

Bupati Bangka Tengah, Ibnu Saleh, memecahkan kendi tanda dimulainya penyaluran bantuan sosial beras sejahtera daerah Kabupaten Bangka Tengah tahun 2019.(dwi/wb)
Bupati Bangka Tengah, Ibnu Saleh, memecahkan kendi tanda dimulainya penyaluran bantuan sosial beras sejahtera daerah Kabupaten Bangka Tengah tahun 2019.(dwi/wb)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com -- Bupati Bangka Tengah (Bateng), Dr. Ir H Ibnu Saleh MM, mengakui angka kemiskinan di Kabupaten Bangka Tengah terus menurun dari tahun ke tahun.

Seperti diungkapkannya saat ini angka kemiskinan di Bangka Tengah mengalami penurunan, berdasarakan data Dinas Sosial hasil musyawarah desa, angka kemiskinan 2018 di Bangka Tengah turun 3,8 persen, sementara data BPS Provinsi Kepulauan Babel dan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi turun 1,25 persen.

"Data ini sangat diperlukan dalam membangun daerah, data yang valid maka perencanaan akan valid, sebaliknya data tidak valid maka perencanaan pembangunan juga tidak akan valid," kata Ibnu Saleh saat launching Penyaluran Bantuan Sosial Beras Sejahtera Daerah 2019 di Gudang Bulog Pangkalpinang, Jumat (24/5/2019).

Dikatakannya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bateng bersama Perusahaan Umum Badan Usaha dan Logistik (Bulog) Subdivre Bangka akan terus meningkatkan sinergi dan kerja sama penyaluran bantuan sosial beras sejahtera, guna menekan angka kemiskinan di daerah itu.

"Kita akan meningkatkan kerja sama ini dengan Bulog untuk membantu masyarakat yang kurang mampu," ujarnya.

Menurutnya, bantuan sosial beras sejahtera ini sangat membantu pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan sosial serta perekonomian masyarakat kurang mampu dan dalam pemerataan dan tepat sasaran bantuan sosial ini, Pemkab Bateng akan kembali berkoordinasi dengan seluruh SKPD di Bareng.

"Kami ingin kerja sama ini tidak hanya beras saja, tetapi dalam bentuk komoditas lainnya seperti gula pasir, tepung, daging beku dan produk lainnya yang dimiliki Bulog," papar Ibnu Saleh.

"Kami berharap kalau bisa tahun depan penyaluran rastrada lebih ditingkatkan menjadi 12 bulan dibandingkan tahun ini hanya 10 bulan saja," pungkasnya. (*)



MEDSOS WOWBABEL