Asyik... Medsos Sudah Lancar

Abeng    •    Sabtu, 25 Mei 2019 | 14:53 WIB
Tekno
Tuitan @kemkominfo
Tuitan @kemkominfo

JAKARTA, www.wowbabel.com - Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) membuka pembatasan penggunaan media sosial (medsos). Sejak Sabtu (25/5/2019) mulai pukul  14.10 WIB  semua media sosial (Facebook, Istagram, WhatApps, dan Twitter) kembali lancar.

Melalui akun resmi @Kemkominfo mengumumkan kelancaran penggunaan medsos ini. 

“Selamat menggunakan internet dengan lancar tanpa hambatan kembali ya. Mari gunakan ruang siber ini untuk hal-hal yang positif saja Happy weekend,” tulis @kemenkominfo.

Dicabutnya kembali pembatasan penggunaan medsos disambut warga net
Pemilik akun @NadirMutu  dalam cuitannya mengatakan : “ Alhamdulillah Makasih ya Kominfo,,! Salam buat pak Menteri... Mmmuaacch,”

Lalu @FattahFaqih dalam cuitannya, “Asyikkk sudah lancar ya... Alhamdulillah".

“Alhamdulillah, makasih Pak Menteri Kominfo, FB dan WA Ku lah lancar, kami dak ikut2 ape la,” tulis pemilik akun Facebook Irianto Tahor.

Sebelumnya Menkominfo Rudiantara pada Rabu  (22/5/2019) menegaskan tak hanya media sosial, namun juga layanan perpesanan seperti WhatsApp dan lainnya dibatasi. 

"Pembatasan ini bersifat sementara dan bertahap," kata Rudiantara di Jakarta, Rabu (22/5/2019).

Dikatakan Rudiantara, alasan pembatasan karena media sosial dan layanan perpesanan menjadi media untuk penyebaran hoax. Modusnya, postingan tak benar di media sosial.

"Fitur-fitur media sosial tidak semuanya dan messaging system juga. Kita tahu modusnya adalah posting di medsos. FB [Facebook], Instagram dalam bentuk video, meme, foto," papar Rudiantara.

"Kemudian screen capture hoax itu disebarkan melalui WhatsApp. Dan karena viralnya makanya kita batasi," tutur Rudiantara.

Dikeluarkannya kebijakan  membatasi akses medsos guna menanggulangi hoaks mendapat berbagai reaksi dari masyarakat. Ada yang mendukung, ada pula yang mengeluh karena merasa dirugikan. 
Keluhan datang dari pengusaha yang menggunakan medsos sebagai media usahanya. Pembatasan akses yang membuat warganet sulit untuk mengunggah foto dagangan, tentunya membuat pengusaha galau, terutama pengusaha online. 

Salah satu pengusaha online yang merasa dirugikan adalah Ida Zuhida, yang memiliki usaha di bidang fesyen asal Bandung. Wanita yang akrab dipanggil Uci ini memang sehari-harinya menggunakan medsos sebagai metode berjulannya. Uci mengatakan, aturan pemerintah tersebut sangat berpengaruh bagi para pengusaha online. Alasannya, foto merupakan hal penting dalam usaha online. 

"Tentu saja amat berpengaruh bagi penjualan di medsos. Instagram dan Facebook. Foto adalah hal penting dalam berdagang online. Kini akses tersebut tidak bisa dicapai," ujar Uci. (*)

Halaman