Harga Daging Sapi Diprediksi Capai Rp 150 Ribu/Kg

Yudi, salah satu penjual daging sapi di Pasar Muntok, Bangka Barat.(rul/wb)
Yudi, salah satu penjual daging sapi di Pasar Muntok, Bangka Barat.(rul/wb)

MUNTOK,www.wowbabel.com -- Penjual daging sapi di Pasar Baru Muntok mengatakan sejak 10 hari yang lalu masyarakat mulai ramai beli daging sapi di pasar tersebut.

"Sejak sepuluh hari sebelum ini kami lah mulai ramai yang beli daging sampai sekarang mulai banyak yang beli," kata Yudi, penjual daging sapi, Selasa (28/05/2019).

Yudi menghawatirkan harga daging anjlok di hari hari terakhir sebelum lebaran lantaran masyarakat telah lebih dulu membeli dari sekarang.

"Yang kami khawatirkan anjloklah orang sudah beli dulu ramai, nanti pas sebelum lebaran sudah tidak ada lagi yang beli,” imbuh Yudi.

Yudi tak menampik kemungkinan harga daging sapi menjelang H-5 bisa berangsur-angsur naik.

"Kalau HET di spanduk itu satu dua, tapi kan nanti ada pedagang musiman otomatis harganya lebih ya kita menyesuaikan juga lah mengimbangi,” tutur Yudi.

"Daging sapi kami ngambil dari Lampung, kalau sapi saya punya relasi misal di Lampung kosong ada yang di Bangka Tengah, Pangkalpinang jadi kalau stok ada,”  kata Yudi.

Yudi mengakui telah menyiapkan stok lebih untuk penjualan menjelang lebaran sebanyak 15 ekor sapi.

 

"Seperti  tahun kemarin naik, tahun ini bisa jadi naik tapi kami PT ini tidak tinggi naiknya paling Rp 130 ribu  atau prediksinya paling tinggi  Rp 140 ribu per kilogram,” ungkap Yudi.

"Itupun jangan dibilang kami untung lebih naik harga, belum tentu terjual semua kadang sampai tiga piber kami bersisa kayak tetel sering sisa banyak, belum lagi upah dan tenaga ekstra untuk stok lebaran kan lebih banyak,” imbuh Yudi.

Sementara itu Asen Toji, penjual lainnya mengungkapkan pada H-3 akan mulai memotong lima ekor sapi ketimbang hari biasanya hanya satu ekor sapi per hari.

"Mulai H-3 langsung motong lima sapi, kalau bilang stok kami lah jauh hari stok sekarang sudah ada 30 ekor buat stok sebelum dan sesudah lebaran kan belum tentu sudah lebaran bisa order orang bisa jadi masih libur," ujarnya.

 Asen mempridiksikan harga daging sapi akan naik menjelang H-3 paling tinggi Rp 150 ribu per kilo lantaran perlu biaya perawatan dan tenaga lebih nantinya,

"Ya kita tidak bisa mengikuti HET, mereka itu berlaku  harian  Rp 120 ribu per kilogram,  itu berlaku nya sampai kapan. Biaya tambahan,  harga beli naik,  biaya perawatan kalau pemerintah bisa menahan harga di sana dak naik kita ikut," tutur Asen.

"Kita ini kan hukum ekonomi lah kalau pembeli naik harga jual naiklah, lucu orang masang HET itu , tidak pengaruh HET itu," imbuhnya.

Asen menjelaskan selain nantinya mengimbangi dengan penjual musiman yang membeli juga dari mereka sebelum dijual kembali,

Menurut Asen kenaikan harga itu dipengaruhi beberapa faktor selain kebutuhan meningkat, juga perawatan sapi, tenaga pegawai, dan harga naik dipengaruhi juga dari tempat mengambilnya di Lampung. (rul/wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL