Toyota Tahun 2022 Produksi Mobil Listrik di Indonesia

Abeng    •    Jumat, 31 Mei 2019 | 13:32 WIB
Tekno
Menperin berfoto bersama Deputy CEO Toyota Corp, Susumu Matsuda usai menghadiri jamuan makan malam dengan jajaran direksi Toyota Jepang. Pada kesempatan tersebutm salah satu yang dibahas tekait dengan implementasi produksi mobil listrik di tanah air.  (foto: http://www.kemenperin.go.id)
Menperin berfoto bersama Deputy CEO Toyota Corp, Susumu Matsuda usai menghadiri jamuan makan malam dengan jajaran direksi Toyota Jepang. Pada kesempatan tersebutm salah satu yang dibahas tekait dengan implementasi produksi mobil listrik di tanah air. (foto: http://www.kemenperin.go.id)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.comPemerintah bertekad untuk mendorong percepatan pengembangan kendaraan listrik di Indonesia. Diharapkan, pelaku industri otomotif yang ada di Jepang bisa mulai merealisasikannya pengembangan kendaraan listrik di Indponesia tahun 2021 atau 2022.

Oleh sebab itu langkah strategis, Kemenperin berupaya menyosialisasikan mengenai kesiapan regulasinya yang akan segera diterbitkan kepada pelaku industri otomotif di Jepang pada pertemuan dengan jajaran direksi Toyota Motor Corporation di Tokyo, Rabu (29/5/2019). 

"Mengenai implementasi dari percepatan electric vehicle dan fasilitas PPnBM yang sedang disusun oleh pemerintah, kami komunikasikan dengan pelaku industri otomotif di sini (Jepang)," kata Erlangga Hartarto Menteri Perindutrian RI dikutip dari akun resmi Kemenperin, Jumat (31/5/2019). 

Menperin menambahkan, peraturan yang akan dikeluarkan pemerintah Indonesia terkait kendaraan listrik, nantinya diberikan tenggat waktu atau periode transisi selama 2 tahun. 

Pada kesempatan yang sama, Deputy CEO Toyota Corp. Susumu Matsuda mengemukakan, dalam upaya memasarkan kendaraan listrik, pihaknya juga akan fokus dengan pengembangan teknologinya di Indonesia. 

Toyota bersama Daihatsu akan memproduksi mobil hibrida di Indonesia pada tahun 2022. Jenisnya antara lain SUV dan MPV. Dikarenakan kedua jenis tersebut akan lebih diminati konsumen di Indonesia. Toyota dan Daihatsu sedang mempersiapkan produksinya.

Toyota juga memberikan apresiasi kepada Kemenperin terhadap pelaksanaan studi mobil listrik dengan pemangku kepentingan termasuk menggandeng perguruan tinggi. Hasil dari penelitian tersebut, bahwa mobil hibrida dapat mengurangi konsumsi bensin hingga setengahnya. 

Selain itu, Menperin juga mengunjungi pabrik baterai EVE di Hamamatsu. dari kunjungan itu, Menperin melihat, Indonesia punya potensi besar dalam penyediaan bahan bakunya. Sebab, Indonesia akan memiliki pabrik yg memproduksi material energi baru dari nikel laterit.

Potensi itu misalnya melalui investasi PT. QMB New Energy Materials di kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Sulteng, yang ditargetkan bakal beroperasi pada pertengahan tahun 2020. Total investasinya sebesar USD700 juta dan akan menghasilkan devisa USD800 juta/tahun.

Proyek industri smelter berbasis teknologi hydrometallurgy tersebut akan memenuhi kebutuhan bahan baku baterai lithium generasi kedua nikel kobalt yang dapat digunakan untuk kendaraan listrik. (*)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL