Dari Pertambangan ke Pariwisata

Jurnalis_Warga    •    Jumat, 07 Juni 2019 | 11:26 WIB
Opini
Danau Kaolin Air Bara, Bangka Selatan. (Foto : Instagram @kania.pinkan)
Danau Kaolin Air Bara, Bangka Selatan. (Foto : Instagram @kania.pinkan)

PROVINSI Kepulauan Bangka Belitung merupakan salah satu provinsi penghasil Timah terbesar di Indonesia.  Keberadaan timah menjadi komoditas penting bagi perekonomian masyarakat di Bangka Belitung. Timah banyak dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari seperti pada pembuatan kaca kendaraan,pembuatan perungggu, komponen industri otomotif, dan sebagainya.

Namun, tambang timah berpengaruh buruk terhadap kelestarian lingkungan. Aktivitas pertambangan timah didaratan menyebabkan lahan kritis. Begitu juga penambangan timah di lautan yang menyebabkan rusaknya ekosistem laut seperti terumbu karang yang merupakan habitat bagi ikan.

Tidak berhenti sampai disitu, penambangan timah di laut mempengaruhi kualitas air laut dan mencemari pantai. Kondisi ini merusak pantai sebagai objek wisata andalan di Bangka Belitung. Selain itu, timah merupakan sumberdaya alam yang tidak dapat diperbaharui. Artinya, timah dapat habis jika terus dieksploitasi.

Menurut saya, pengembangan pada sektor pariwisata lebih baik dibandingkan pengembangan pada sektor pertambangan karena tidak merusak lingkungan. Pengembangan pariwisata di Bangka Belitung sangat penting mengingat letak geografis Bangka Belitung yang dikelilingi oleh laut sehingga Bangka Belitung terkenal dengan banyak pantai yang indah. Keindahan pentai yang ada di Bangka Belitung harus dijaga dan dilestarikan agar tetap lestari sehingga wisatawan baik lokal maupun asing tertarik untuk berkunjung ke Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Selain pantai, lahan bekas galian timah pun bisa di reklamasi dan di kelola menjadi objek pariwisata yang bagus, contohnya Bangka Botanical Garden di kota Pangkalpinang dan Danau Kaulin di Air Bara di Bangka Tengah  dan di Belitung yang terkenal denganwarna airnya yang biru nan cantik.  

Keanekaragaman kuliner tradisional di Bangka Belitung juga dapat menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung mencicipi kenunikan dan kelezatan kuliner khas Bangka seperti lempah kuning, lempah darat, belacan, martabak Bangka, dan lain sebagainya.

Selain wisata pantai dan kuliner, pemerintah dapat mengangkat dan memperkenalkan wisata budaya yang ada di Bangka Belitung. Berkaca dari Provinsi Bali yang sangat kental dengan wisata budayanya yang telah terkenal hingga ke mancanegara seperti Tari Kecak, Bangka Belitung juga memiliki banyak budaya yang dapat menjadi andalan dibidang pariwisata budaya seperti Tari Sepintu Sedulang, Mandi Belimau, Perang Ketupat, alat musik Dambus,dan sebagainya.

Pengembangan sektor wisata di Bangka Belitung bukan hanya menjadi tanggungjawab pemerintah melainkan juga menjadi tanggungjawab seluruh masyarakat di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Diperlukan kesadaran semua pihak baik pemerintah maupun masyarakat untuk menjaga dan melesatarikan budaya-budaya di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Banyak upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga dan memelihara budaya di Bangka Belitung. Pemerintah dapat membuka sanggar tari sebagai tempat berlatih tari bagi masyarakat. Selain itu, pemerintah dapat menyediakan sekolah dan guru tari yang profesional dan berpengalaman di bidang tari untuk melatih anak-anak menari sedari dini.  

Pemerintah dapat mengadakan lomba-lomba yang berhubungan dengan seni dan budaya contohnya Festival Lomba Seni Siswa Nasional atau biasa disingkat dengan FLS2N yang rutin dilaksanakan setiap tahunnya. Bidang musik juga dapat menjadi jembatan untuk memperkenalkan budaya Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan membuat lagu yang disisipi dengan unsur musik dan tari tradisional Bangka Belitung, contohnya seperti lagu DPS karya Weird Genius yang mengangkat alat musik tradisional dan tari kecak di Provinsi Bali.

Untuk bidang wisata pantai, pemerintah diharapkan dapat menertibkan penambangangan timah illegal di perairan pantai di Bangka Belitung agar air laut tidak tercemar dan keindahan pantai di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dapat terjaga keindahannya.

Selain itu, mengembangkan fasilitas di kawasan pantai seperti toilet umum yang bersih dapat menjadi nilai tambah agar wisatawan merasa nyaman dan betah berwisata ke pantai. Kita juga dapat memperkenalkan pantai sekaligus kuliner tradisional Bangka Belitung dengan membuka rumah makan di kawasan tempat wisata pantai.

Selain menikmati pantai yang indah, wisatawan dapat menikmati keunikan masakan khas Bangka Belitung. Dapat juga dikembangkan lomba-lomba bertaraf internasional seperti Sungailiat Triathlon yang rutin diadakan setiap tahunnya dengan peserta yang bukan hanya berasal dari Indonesia saja melainkan wisatawan asing juga.

Banyaknya wisatawan yang berkunjung dapat membantu masyarakat untuk meningkatkan perekonomian keluarganya. Hal ini juga dapat  menambah devisa bagi negara. (***)

 

Penulis : Yulietta Kristina (Mahasiswa Jurusan  Sosiologi FISIP Universitas Bangka Belitung)

www.wowbabel.com menerima artikel publik. Kirimkan artikel/opini Anda ke email wowbabelpkp@gmail.com. Artikel yang masuk dan diterbitkan sudah melalui proses penyuntingan pihak redaksi. Artikel yang terbit sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis.

Halaman