Anak Korban Menyangka Sang Ayah Berenang ke Pinggir Pantai

Dwi H Putra    •    Selasa, 11 Juni 2019 | 19:08 WIB
Lokal
Kasat Polair Polres Bangka, AKP Elpiandi bersama keluarga korban saat di RSUD Depati Bahrain Sungailiat. (Dwi HP/wowbabel)
Kasat Polair Polres Bangka, AKP Elpiandi bersama keluarga korban saat di RSUD Depati Bahrain Sungailiat. (Dwi HP/wowbabel)

SUNGAILIATwww.wowbabel.com -- Kabar meninggalnya Yaya Lataparang (77) warga Perumnas Bukit Merapin Kecamatan Gerunggang kota Pangkalpinang, membuat pihak keluarga sangat terpukul.

Berdasarkan keterangan anak korban Yursar Rifal (41) yang berdomisili di Makasar Provinsi Sulawesi Selatan, sebelumnya korban dan keluarga berada di Batu Bedaun, kemudian dikarenakan cuaca buruk angin kencang korban mengajak keluarganya untuk pindah ke Pantai Rambak. 

Anak korban tidak mengetahui bahwa korban akan berenang, dikarenakan korban tidak membawa baju ganti. Kemudian anak korban melihat korban ke bibir pantai, berpikir bahwa korban hanya berenang di pinggir, namun tidak lama kemudian korban terbawa arus dan tenggelam dengan posisi terlungkup. 

Beberapa orang warga sempat berusaha menolong korban, namun arus yang kuat membuat tubuh korban semakin menjauh ke tengah pantai. Korban baru berhasil diselamatkan selang beberapa menit usai kejadian dan langsung dilarikan ke RSUD. Nahas, nyawa korban tidak daat ditolong.

Yaya Lataparang pada Selasa (11/6/2019) sore sekitar pukul 15.00 wib menghembuskan nafas terakhir, kendati sudah mendapat pertolongan dari petugas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Depati Bahrain Sungailiat. 

"Korban setelah berhasil diselamatkan langsung dibawa ke RSUD untuk mendapat pertolongan, tapi korban akhirnya meninggal dunia," kata Kapolres Bangka, AKBP M Budi Ariyanto SIK diwakili Kasat Polair Polres Bangka, AKP Elpiandi di Sungailiat, Selasa (11/6/2019). 

Dijelaskannya, peristiwa ini berawal sekitar pukul 14.00 wib, saat korban bersama dengan 10 orang anggota keluarganya berada di Pantai Batu Bedaun Sungailiat untuk menghabiskan liburan. Kemudian korban mengajak keluarganya pindah ke Pantai Rambak, Sungailiat. 

Rombongan tiba sekitar pukul 14.40 wib di Pantai Rambak, dan korban langsung berenang. Anggota keluarganya sempat mencegah Yaya agar tidak langsung berenang, tetapi korban tetap mau berenang di sisi batu.

Tak berselang lama, korban terlihat mengapung semakin ke tengah dibawa arus kurang lebih 40 meter dari bibir pantai dengan posisi mengapung hingga bertahan lebih kurang 20 menit. 

"Keluarga korban masih sempat untuk menolong, tapi tidak bisa dikarenakan terhalang hempasan gelombang, kemudian keluarga korban meminta tolong dengan warga setempat," ujarnya.

"Lalu keluarga dibantu Dalmin (34) warga setempat menggunakan Ring Boy kemudian datang juga pertolongan oleh warga nelayan yang sedang berada di sekitaran Pantai Rambak," jelas Elpiandi.

Lanjutnya, korban dibawa ke tepi pantai lalu diberikan pertolongan pertama dengan menekan dada dan mengangkat kaki hingga posisi terbalik yang dilakukan saksi Erik Kiswanto (32) warga Lingkungan Jelutung Sungailiat hingga mengeluarkan air dari mulut dan muntah.

"Korban terlihat bernafas lalu disarankan dibawa ke rumah sakit  guna dilakukan Pertolongan pertama, tiba di RSUD korban tidak bernyawa lagi dan dinyatakan telah meninggal dunia," pungkasnya. (Dwi HP/wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL