Merasa Dicurangi, Caleg Demokrat Gugat Hasil Pemilu 2019

Aston    •    Selasa, 11 Juni 2019 | 11:12 WIB
Pilkada
Mahkamah Konstitusi.(net)
Mahkamah Konstitusi.(net)

TOBOALI, www.wowbabel.com -- Caleg Partai Demokrat melayangkan gugatan ke Mahkmah Konstitusi (MK) terkait hasil pemilihan umum DPRD Kabupaten Bangka Selatan 17 April 2019 lalu.

Dikabarkan bahwa pemohon yang melayangkan gugatan adalah Caleg Partai Demokrat atas nama Sopli S.IP dari daerah pemilihan (dapil) 4 Bangka Selatan. Caleg Demokrat nomor urut dua itu dikabarkan keberatan dengan hasil rekapitulasi penghitungan suara di TPS 02 Desa Rajik, Kecamatan Simpang Rimba.

Ia merasa telah terjadi kecurangan berupa penambahan suara caleg incumben Partai Demokrat nomor urut satu sebanyak 20 suara di TPS 02 Desa Rajik. Akibatnya, pemohon mengalami selisih total delapan suara dengan caleg nomor urut satu, yakni Hendri yang ditetapkan caleg Demokrat peraup suara terbanyak Dapil 4 Bangka Selatan.

Sekretaris DPC Partai Demokrat Bangka Selatan, Wendy membenarkan adanya gugatan yang dilayangkan caleg Demokrat ke MK.

"Memang benar gugatan sudah dilayangkan ke MK tertanggal 31 Mei 2019 yang lalu," ujar Wendy, Senin (10/6/2019).

Ia mengatakan, pemohon gugatan atas nama caleg Demokrat Sopli dari Dapil 4 Pemilihan DPRD Bangka Selatan.

"Pemohon adalah dari dapil empat atas nama Sopli caleg nomor urut dua terhadap caleg nomor urut satu, dalam arti kata gugatan internal partai," ujarnya.

Ia menuturkan, sebelum melayangkan gugatan ke MK, pemohon sudah melayangkan surat kepada DPC Demokrat Basel.

"Terus atas arahan Ketua DPC kita diarahkan mengikuti jalur mekanisme dan peraturan lerundang-undangan yang berlaku. Dan DPP Partai Demokrat memang membuka ruang advokasi untuk menggungat ke MK baik secara eksternal maupun internal partai," terangnya.

"Dan gugatan ke MK ini yang dilakukan caleg nomor urut dua telah sesuai dengan jalur dan mekanisme yang ada yakni melalui advokasi partai Demokrat yang telah disiapkan DPP partai Demokrat," sambung Wendy.

Disinggung materi gugatan, Wendy membenarkan bahwa, caleg nomor urut 2 merasa telah terjadi kecurangan adanya penambahan suara caleg Demokrat nomor urut 1 sehingga menyebabkan selisih delapan suara dari caleg 1 yang memiliki suara tertinggi dapil 4.

"Sedangkan yang digugat oleh caleg nomor 2 sebanyak 20 suara di TPS 02 Desa Rajik, materi gugatan memang sangat mungkin untuk merubah hasil dari caleg suara terbanyak," tuturnya.

Namun, pihaknya menyerahkan sepenuh proses hukum tersebut ke Mahkamah Konstitusi selaku pihak berwenang yang menyelesaikan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU).

"Harapan kami gugatan ini berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku, dan nantinya gugatan diterima atau tidak kami sebagai DPC Demokrat wajib untuk mematuhinya, semoga pemilu 2019 ini berjalan dengan aman transparan dan demokratis," tukasnya.(as/wb)



MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE