Samsul Bahri Terancam Batal Jadi Anggota Dewan

Aston    •    Rabu, 12 Juni 2019 | 17:39 WIB
Pilkada
Ketua KPU Bangka Selatan, Amri.(dok)
Ketua KPU Bangka Selatan, Amri.(dok)

TOBOALI, www.wowbabel.com -- Calon legislatif (Caleg) DPRD Kabupaten Bangka Selatan, Samsul Bahri terancam batal ditetapkan sebagai calon Dewan terpilih hasil Pemilihan Umum Pemilu 17 April 2019 yang lalu.

Kendati Samsul Bahri Caleg Gerindra ditetapkan KPU sebagai Caleg Gerindra dengan suara tertinggi dari daftar pilih (Dapil) 1 Bangka Selatan,  namun  kemungkinan besar penetapan Samsul Bahri sebagai dewan terpilih  dibatalkan mengingat Samsul Bahri tersandung kasus pelanggaran Pidana Pemilu saat melakukan kampanye.

Baca Juga: Kampanye Pakai Mobil Dinas, Caleg Gerindra Divonis 3 Bulan Pidana

Samsul Bahri divonis bersalah oleh Pengadilan Negeri Sungailiat dan dikuatkan oleh putusan Pengadilan Tinggi Babel 3 bulan pidana dan denda Rp. 1.000.000,. Ketua DPC Partai Gerindra Basel sekaligus Wakil Ketua DPRD Basel itu dinyatakan terbukti bersalah melanggar pasal 521 jo pasal 280 ayat (1) huruf h UU No. 7 Tahun 2017 Tentang Pemilihan Umum.

Penetapan Samsul Bahri sebagai Dewan terpilih DPRD Bangka Selatan terancam batal jika merujuk Pasal 285 UU Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilihan Umum.

Pasal 285 berbunyi, putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap terhadaap pelanggaran sebagaimana dimaksud dalam pasal 280 dan 284 yang dikenai kepada pelaksana kampanye pemilu anggota DPR,DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota yang berstatus sebagai calon anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi, dan DPRD kabupaten/Kota digunakan sebagai dasar KPU,KPU Provinsi, dan KPU Kabupaten/Kota untuk mengambil tindakan berupa :

a. Pembatalan nama calon anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota dari daftar calon tetap atau,

b.Pembatalan penetapan calon anggota DPR,DPD, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota sebagai calon terpilih.

Pasal 285 secara tegas menyatakan bahwa apabila seorang caleg yang mejadi pelaksana kampanye pemilu legislatif terbukti dan dihukum oleh pengadilan karena melanggar aturan Pasal 280 dan Pasal 284 UU Pemilu, maka putusan pengadilan tersebut digunakan sebagai dasar bagi KPU dari segala tingkatan untuk membatalkan pencalegan atau membatalkan kemenangan caleg terpilih.

Sementara Ketua KPU Bangka Selatan, Amri, mengatakan pihaknya akan menyurati KPU RI untuk minta arahan  langkah hukum terkait penetapan calon terpilih anggota dewan DPRD Bangka Selatan.

Menurut Amri yang didampingi Komisioner Bidang Hukum, Muhidin, pihaknya menyurati KPU RI untuk penguatan KPU Bangka Selatan.

"Kami akan menyurati KPU RI melalui KPU Provinsi untuk memohon arahan.Untuk penguatan, karena calon bersangkutan (Samsul Bahri--red) putusannya sudah inkrah atau terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana Pemilu," kata Amri, Selasa (11/6/2019).(as/wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL