Geliat Inflasi Bangka Belitung

Jurnalis_Warga    •    Rabu, 19 Juni 2019 | 11:26 WIB
Opini
Dr. Hj. Devi Valeriani, SE., M.Si.
Dr. Hj. Devi Valeriani, SE., M.Si.

 

aApalagi jika ada hembusan isu bahwa langkanya suatu komoditas akan berlangsung agak lama, kondisi ini menggiring angka inflasi menjadi semakin tinggi.

 

PENGELOLAAN inflasi dari waktu ke waktu selalu menjadi diskusi yang tidak pernah berakhir. Berbagai strategi dan kebijakan telah diupayakan secara multi sektor oleh komponen ataupun lembaga terkait. Tidak kalah penting peran Tim Pemantau Inflasi Daerah (TPID) pun telah bekerja dengan maksimal. Inflasi akan terus bergerak jika tidak ada yang menghentikannya. 

Mankiw yang merupakan ahli ekonomi menyatakan konsep inflation inertia dengan mengasumsikan inflasi seperti obyek yang bergerak melintasi luar angkasa, yang akan terus bergerak jika tidak ada sesuatu yang menghentikannya. Inertia muncul disebabkan oleh keadaan inflasi masa lalu yang akan mempengaruhi ekspektasi inflasi masa depan, serta eksepektasi tersebut akan mempengaruhi harga serta upah yang ditetapkan.

Angka Inflasi di Bangka Belitung merupakan angka inflasi yang diperoleh dari 2 wilayah yaitu Tanjung Pandan dan Pangkalpinang. Mengingat Bangka Belitung secara geografis merupakan wilayah kepulauan, sehingga pengaruh inflasi yang dirasakan lebih kuat. Secara umum kondisi ini menyebabkan tingginya biaya distribusi kebutuhan pokok pangan yang berakibat tingginya biaya yang akan dibebankan terhadap harga produk yang akan dijual.

Pemicu tin



1   2      3      4