Sapi Bantuan Pusat Diasuransikan

Kabid Peternakan Dinas Pertanian,  Pangan dan Perikanan (DPPP)  Pemkab Basel, Nuruddin.(dok)
Kabid Peternakan Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DPPP) Pemkab Basel, Nuruddin.(dok)

TOBOALI,www.wowbabel.com -- Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan (Basel) terus menggalakkan program budidaya hewan ternak sapi dalam beberapa tahun terakhir. Keseriusan pemerintah membudidaya sapi mendapat respon positif dari pemerintah pusat dengan menyalurkan bantuan indukan sapi.

Kabid Peternakan Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DPPP) Pemkab Basel, Nuruddin mengatakan, pemerintah pusat menyalurkan bantuan indukan sapi baik kepada peternak swasta maupun peternak yang dibawah naungan pemerintah.

"Setiap peternak swasta maupun mitra pemerintah mendapat satu ekor indukan sapi dari pemerintah pusat," ujar Nuruddin, Rabu (19/6/2019).

Selain bantuan indukan sapi, peternak mendapat jaminan dari pemerintah berupa asuransi. Ia menuturkan, asuransi diberikan kepada peternak jika sapi bantuan pemerintah pusat tersebut mengalami kematian saat melahirkan, kecelakaan, sakit, bahkan hilang.

"Bantuan sapi indukan ini diharapkan bisa terus meningkatkan jumlah populasi sapi di Basel. Dan sapi ini ada asuransinya, kalau mati karena penyakit atau melahirkan, hilang dan kecelakaan itu bisa diasuransikan oleh pemerintah pusat," terangnya.

Sementara penyakit yang kerap diderita hewan ternak sapi sehingga menyebabkan kematian adalah penyakit kembung, cacingan, diare, dan avitaminosis. Hal itu seperti diungkapn drh Dian Lesmana.

Menurut Dian, empat penyakit tersebut jika tidak ditangani segera mungkin akan menyebabkan kematian.

"Jika tak ditangani dalam hitungan dua sampai tiga jam, sapi terancam mati," ungkap drh Dian Lesmana.

Pihaknya mencatat, grafik angka tertinggi kasus penyakit pada sapi tahun 2018 dipicu cacingan, disusul diare, avitaminosisi dan kembung.

"Kalau grafik kasus penyakit tertinggi pada sapi yakni kebanyakan cacingan dan diare. Tapi penyakit yang paling mematikan adalah kembung, karena kalau tak ditangani biasanya dua tiga jam sapi bisa mati, " tukasnya.(as/wb)



MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE