Usai Dengar Dakwaan, PH Daud Minta Cek Kejiwaan

Terdakwa kasus dugaan penistaan agama, Daud Rafles Lumban Toruan saat memasuki ruang sidang di PN Bangka Barat, Selasa (25/6/2019).(rul/wb)
Terdakwa kasus dugaan penistaan agama, Daud Rafles Lumban Toruan saat memasuki ruang sidang di PN Bangka Barat, Selasa (25/6/2019).(rul/wb)

MUNTOK,www.wowbabel.com -- Sidang kedua Kasus Penista Agama yang didakwa Pasal Informasi dan Teknologi Elektronik (ITE) dilanjutkan Selasa (25/06/2019) pagi.

Terdakwa Daud Rafles Lumban Toruan alias Daud hari ini mulai disidang pukul 09.30 WIB yang sempat ditunda minggu lalu akibat penasihat hukum tidak hadir.

Sidang hari ini mendapat pengawalan ketat, Polres Bangka Barat  menurunkan 150 personel. Sejumlah masyarakat terlihat ikut hadir dan ingin menyaksikan jalannya persidangan, dan juga hadir orangtua dari Daud.

Penuntut umum, Hendra memulai membaca dakwaan dan kemudian menyampaikan akan mendatangkan lima orang saksi fakta dan satu orang saksi ahli.

Kemudian penasihat hukum Daud tidak keberatan dengan dakwaan yang dibacakan akan tetapi PH Daud menyerahkan berkas permintaan cek kejiwaan.

Baca Juga : Daud Rafles Beralasan Bikin Video untuk Koleksi Pribadi

 

Baca Juga: Kuasa Hukum Daud Tak Hadir, Sidang Ditunda

"Dakwaan jaksa tidak keberatan dan mengajukan langsung ke saksi saja, jadi untuk Minggu depan tanggal tiga" ujar Marah Rusli, PH Daud ketika diwawancarai.

"Kami menyampaikan permohonan dari surat keterangan dokter bahwa secara kejiwaan anak ini harus berobat dokter Risman Saragih," ujar Marah  Rusli.

Mempertimbangkan hal tersebut Ketua Hakim Golom Silitonga SH MH bersama dua anggota hakim lainnya memutuskan untuk menunda persidangan ini sampai Minggu depan Rabu (3/6/2019)  pukul 11.00 WIB.

Mereka juga akan memeriksa lima orang saksi yang diminta oleh penuntut umum Hendra.

"Hari ini adalah pembacaan surat dakwaan, dakwaan sudah disampaikan, demikian Minggu depan akan dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi-saksi" ujar Hendra.

"Minggu depan akan pemeriksaan lima orang saksi fakta, saksi fakta termasuk saksi pelapor berkaitan dengan mengkonfirmasi kejadian. Minggu depan lagi akan ada satu orang saksi ahli nanti akan menjelaskan tentang pelecehan penistaan agamanya muatan kalimatnya,”  tandas Hendra selaku penuntut umum.(rul/wb)



MEDSOS WOWBABEL