[VIDEO] Pelarian Madun Berakhir Dengan Timah Panas

Dwi H Putra    •    Rabu, 26 Juni 2019 | 22:28 WIB
Video Kite
Video penangkapan Madun, spesialis curanmor di 4 TKP. (Dwi HP/wowbabel)

SUNGAILIAT, www.wowbabel.com -- Madan alias Madun (35) warga Lorong Lebak RT 02 RW 04 Satu Ulu, Kecamatan Seberang Ulu, Sumatera Selatan, berdomisili di Pohin, Kecamatan Pemali, dihadiahi timah panas oleh Anggota Buru Sergap (Buser) Polres Bangka.

 

Pasalnya, tersangka mencoba kabur saat diminta menunjukkan barang bukti hasil curiannya.

"Pelaku mencoba kabur saat diminta menunjukkan barang bukti, tembakan peringatan  tidak diindahkan tersangka, akhirnya tembakan diarahkan ke kaki untuk melumpuhkannya," kata Kapolres Bangka, AKBP M Budi Ariyanto SIK melalui Kabag Ops Polres Bangka, AKP Faisal Fatsey di Sungailiat, Rabu (26/6/2019)

"Tersangka bekerja sebagai buruh perkebunan di Pohin, Kecamatan Pemali, diringkus tim buru sergap pada Rabu (19/6/2019) kemarin," ujarnya.

Tersangka melancarkan aksinya menggunakan kunci T, berhasil menggasak empat unit sepeda motor di empat tempat kejadian perkara, diantaranya di Desa Rebo, Desa Jurung, RSUD Depati Bahrain dan di Pangkalpinang.

Dalam menjalankan aksinya, tersangka ditemani Untung Basuki alias Tung (30) warga Purbalingga, Jawa Tengah yang bertugas mengantar dan mengawasi keadaan saat mengambil motor dari diparkiran.

"Tersangka juga selalu membawa sebilah pisau dan senjata api mainan, keduanya digunakan tersangka untuk menakut-nakuti korban atau warga jika ketahuan mencuri," jelasnya.

"Kedua tersangka dikenakan Pasal 363 KUHPidana dengan ancaman hukuman penjara selama 7 tahun," pungkas Kabag Ops.

Sementara, tersangka Madon ketika dimintai keterangan mengaku beraksi di empat TKP dan berhasil menggasak semua incarannya, sepeda motor kemudian didorong bersama rekannya Untung.

Tersangka juga mengaku dalam beraksi selain menggunakan kunci T selalu membawa senjata tajam dan senjata api mainan, keduanya digunakan untuk menakuti korban atau warga jika ketahuan beraksi.

"Habis itu saya cat dengan warna lain, supaya tidak ketahuan saat digunakan sebelum berhasil dijual," kata Madon.

"Satu unit sepeda motor dijual bervariasi dengan besaran Rp 1,5 juta sampai Rp 2 juta," paparnya.

Madon mengakui setiap kali menjual kendaraan beralasan surat-surat kendaraan masih digadaikan ke bank, supaya pembeli tidak merasa curiga.

"Pisau dan senjata api mainan selalu saya selipkan di pinggang, selama beraksi tidak ketahuan jadi tidak pernah dikeluarkan hanya diselipkan saja," aku Madon.

Sedangkan, Untung mengaku hanya tiga kali ikut beraksi bersama Madon yakni di RSUD Depati Bahrain, Pangkalpinang dan Desa Rebo yang bertugas mendorong motor curian dengan sepeda motor lainnya.

"Yang bongkar kuncinya si Madon, saya bagian lihat kondisi sekitar dan dorong bawa pulangnya," papar Untung.

Diakuinya bertemu Madon ketika bekerja di salah satu perkebunan di Desa Kimak, kemudian usai beraksi di Desa Rebo sama-sama pindah ke perkebunan di daerah Pohin, Kecamatan Pemali.

"Kenalnya baru saat di Kimak, lalu sama-sama pindah ke Pohin," ujarnya.

Kedua tersangka saat ini mendekam di ruang tahanan Mapolres Bangka untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut sebelum dilimpahkan ke kejaksaan. (Dwi HP/wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL