[Video] Anto Peragakan 11 Adegan Kasus Pembunuhan

Dihadapan Kapolsek Pemali, JPU Kejari Sungailiat, Penasehat Hukum dan penyidik, tersangka memperagakan adegan saat menusuk korban dengan pisau yang mengakibatkan korban tewas bersimbah darah.(dwi/wb)

SUNGAILIAT, www.wowbabel.com -- Polsek Pemali menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan terhadap korban Andrew Zulkar Hakim alias Andre yang peragakan langsung tersangka Anto Iwan alias Anto yang disaksikan saksi Zahra, Kapolsek Pemali, Penasehat Hukum (PH) tersangka, Hermanto dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Sungailiat.

Rekonstruksi yang dimulai sekitar pukul 09.30 WIB hingga pukul 11.00 WIB dilaksanakan penyidik Polsek Pemali di halaman belakang Mapolres Bangka, tersangka Anto memperagakan sebanyak sebelas adegan.

Dimulai dari adengan pertama, tersangka mengakui sering membawa senjata tajam jenis pisau yang disimpan didalam jok motor untuk berjaga-jaga mengingat jarak rumahnya dengan rumah Zahra sering terjadi begal.

Kemudian dengan senjata tajam di sepeda motor, tersangka bergegas menuju kediaman Zahra di Desa Sempan, tiba di kediaman Zahra, tersangka melihat korban Andre sudah ada bersama Zahra, selanjutnya tersangka bersama korban dan saksi duduk diteras rumah terlibat cekcok mulut antara ketiganya.

"Mau apa kamu kesini tanya tersangka kepada korban. Korban menjawab, mau silaturahmi," demikian jawaban tersangka didalam rekontruksi kepada penyidik Polsek Pemali dan JPU Kejari Sungailiat.

Terlibat cekcok, tersangka dan korban langsung diminta pulang oleh saksi Zahra.

Pada adegan selanjutnya, setelah meninggalkan rumah saksi Zahra, tersangka pergi dengan motornya berhenti disimpang lalu mengambil pisau yang berada didalam jok motor menyelipkan pisau tersebut dipinggangnya.

Tak lama kemudian, korban melintas dengan sepeda motor dan bertemu dengan tersangka yang sudah menunggunya di simpang Desa Sempan.

"Waktu itu korban lewat saja dan saya susul.  Setelah saya susul, korban sempat memepet kendaraan saya lalu kemudian kami berhenti," ujar Anto.

Korban sempat menanyakan kepada tersangka perihal kedatangannya di rumah Zahra.

"Dia (korban) tanya sama saya, kamu yang di rumah Zahra tadi, iya jawab saya," paparnya.

Dilanjutkan adegan berikutnya, tersangka dan korban berhenti di tempat kejadian perkara (TKP).

"Dia (korban) bilang, kamu jangan ganggu Zahra, terus saya bilang, kamu ini mau baik atau mau jahat sama saya. Setelah itu dia pukul wajah saya sebanyak satu kali. Setelah itu saya cabut pisau lalu saya tusuk pisau itu ke bagian kanan perut korban tapi hanya mengenai bagian samping," jelasnya.

Lantaran korban berhasil mengelak hunusan pisau yang dihujamkan tersangka membuat tersangka kalap lalu kembali menghujamkan pisau tersebut kebagian dada, namun kembali meleset.

Korban yang berhasil menghindar membuat tersangka terus menghujamkan pisaunya dan mengenai bagian punggung korban.

"Setelah itu saya tusuk bagian rusuknya lalu korban jatuh terbaring. Saat korban roboh, saya tusuk bagian betis kaki kanan korban," kata Anto.

Usai berhasil menghujamkan sejumlah bagian tubuh korban tak membuat korban menyerah. Korban kembali berdiri dan tersangka pun ikut berdiri diiringi tusukan pisau yang mengenai leher sebelah kiri.

"Setelah itu korban berlari ke belakang rumah warga dan saya kejar. Karena banyak warga, saya langsung menyelamatkan diri sambil memegang pisau menuju sepeda motor lalu melarikan diri," ujar Anto lagi.

Usai kejadian itu, korban tergeletak bersimbah darah didekat kebun sawit milik salah satu warga, Polsek Pemali, yang mendapati informasi dari warga terkait kejadian itu langsung mendatangi TKP.

"Saya sudah hilang akal, khilaf saat menghujamkan pisau ke korban hingga korban tewas bersimbah darah," papar Anto.

"Saya minta maaf sebesar-besarnya kepada keluarga korban," pungkasnya.

Sementara, Kapolsek Pemali, Ipda Meidy Ariyanto, kepada awak media mengatakan sesuai hasil rekonstruksi dan penyidikan ada sebanyak 11 adegan yang diperagakan tersangka Anto.

"Selanjutnya kami akan melengkapi hasil introgasi untuk diserahkan ke JPU sebelum disidangkan," kata Ipda Meidy.

"Dari beberapa reka adegan yang terlihat, tersangka diduga telah merencanakan semuanya, jadi sesuai Pasal 340 KUHPidana atau Pasal 338 KUHPidana atau Pasal 351 ayat 3, tersangka diancam dengan ancaman hukuman seumur hidup atau hukuman mati," pungkasnya.

Diketahui, diduga akibat api cemburu mengawali kasus pembunuhan yang mengakibatkan korban Andrew Zulkar Hakim (41) warga Dusun Air Simpur Desa Pemali asal Kelurahan Sei Buah Ilir Timur II Palembang, tewas di pinggir jalan Desa Sempan Kecamatan Pemali.

Hal ini terungkap setelah pihak kepolisian berhasil meringkus pelaku bernama Anto Iwan (25) warga Dusun Kota Gading Kabupaten Tebing Tinggi Empat Lawang Sumatera Selatan, karyawan rumah makan di Dusun Sunghing Desa Dayung Kecamatan Merawang.

Lanjutnya, teman wanita korban pun mempersilahkan pelaku masuk dan sempat terjadi percakapan antara ketiganya, namun tidak berapa lama kemudian pelaku pamit pulang yang diikuti korban sekitar pukul 21.00 WIB.

Lalu, sekitar pukul 21.15 WIB pada saat korban sampai di depan Masjid Al Bina Desa Sempan, korban bertemu dengan pelaku dan terjadilah cek cok mulut dan perkelahian, karena terdesak pelaku menggunakan pisau yang ada dijaketnya, sehingga korban mengalami luka tusuk sekujur tubuhnya dan tergeletak bersimbah darah, lalu pelaku melarikan diri.

Kemudian sekitar pukul 21.30 WIB, korban ditemukan dua orang warga yang kebetulan melintas di TKP, karena hendak pulang ke Desa Pemali dari Desa Sempan, lalu warga menghubungi pihak kepolisian.

Pihak kepolisian sampai di TKP sekitar pukul 20.45 wib melihat korban sudah tidak bernyawa dan kemudian melakukan olah TKP dan mengumpulkan barang bukti selanjutkan korban dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan VER.(dwi/wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL