Sambut Putusan MK, Ratusan Santri Gelar Istighosah Bersama

Endi    •    Jumat, 28 Juni 2019 | 14:02 WIB
Lokal
Ratusan santri dan pengurus Nahdatul Ulama serta masyarakat di Kota Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung (Babel), menggelar istiqosah dan doa bersama, di Pondok Pesantren (Ponpes) Modern Hidayatussalikin, Kamis (27/6/2019) malam.(dag/wb)
Ratusan santri dan pengurus Nahdatul Ulama serta masyarakat di Kota Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung (Babel), menggelar istiqosah dan doa bersama, di Pondok Pesantren (Ponpes) Modern Hidayatussalikin, Kamis (27/6/2019) malam.(dag/wb)

PANGKALPINANG,www.wowbabel.com -- Ratusan santri dan pengurus Nahdatul Ulama serta masyarakat di Kota Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung (Babel), menggelar istiqosah dan doa bersama, di Pondok Pesantren (Ponpes) Modern Hidayatussalikin, Kamis (27/6/2019) malam.

Kegiatan yang diawali dengan sholat Magrib bersama ini, digelar dalam rangka mendoakan keselamatan Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), yang bertepatan dengan pembacaan putusan sengketa Pilres 2019 oleh Mahkamah Konstitusi (MK).

"Doa dan wirid ini selain untuk diri kita juga untuk Indonesia dan khususnya bagi masyarakat Babel," kata Pimpinan Ponpes Hidayatussalikin, KH Ahmad Ja'far Siddiq, usai kegiatan.

Ja’far berharap, pasca putusan MK ditetapkan, semua pihak dapat menerima keputusan tersebut dan mengajak masyarakat untuk tetap bersatu dalam bingkai NKRI.

"Dengan doa ini kita memberikan energi positif memohon kepala Allah, orang yang tadinya emosional turun emosinya, yang gak terima jadi logowo, karena itu sudah sesuai dengan konsitusi yang berlalu," imbuhnya.

Menanggapi hasil putusan MK yang menolak gugatan pemohon, KH Ahmad Ja'far Siddiq berpesan, agar semua pihak dapat menahan diri dari hal-hal yang dapat merusak persatuan bangsa dan mengajak semua masyarakat, berdoa meminta kepala Allah SWT agar membimbing pemimpin Indonesia terus menjadi pemimpin terbaik.

"Kita ikuti konstitusi yang berlaku, gak perlu ikut makar, ribut ataupun kegiatan yang distruktif. Cukup kita percayakan kepada TNI/ Polri sebagai garda terdepan untuk pengamanan di NKRI ini," tukasnya.(dag/wb)



MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE