Asesor UNESCO Global Geopark: Belitong is a Wonderfull Introduction to Indonesia

Jurnalis_Warga    •    Sabtu, 29 Juni 2019 | 11:34 WIB
Lokal
Tim dari UNESCO saat menilai bebatuan yang ada di Open Pit Nam Salu Kecamatan Kampit.(ist)
Tim dari UNESCO saat menilai bebatuan yang ada di Open Pit Nam Salu Kecamatan Kampit.(ist)

MANGGAR, www.wowbabel.com -- Tiga hari mengunjungi Pulau Belitung, dua anggota tim penilai atau assessor untuk UNESCO Global Geopark (UGGp) menyatakan punya kesan yang mendalam dengan Pulau Belitung. Bukan hanya keunikan, keindahan alamnya dan budaya saja, namun juga dengan antuasiasme, keramahan masyarakat serta masakan khas yang disajikan.

Kedatangan assessor, yakni Andreas Schueller dan Jean Simon Pages ke Pulau Belitung adalah untuk menilai dan mencatat kesiapan Geopark Nasional Belitong untuk menjadi Geopark Dunia. Kedatangan ini sekaligus merupakan pengalaman pertama mereka bagi mereka berdua, mengingat sebelumnya belum pernah menginjakkan kakinya ke Indonesia.

I love fish so much, so it’s like a heaven for me to come here. Warm welcome and friendly people, it’s landscape is beautiful, nice climate and you have a many-many chances to success developing tourism in your island. (Saya sangat suka ikan, jadi rasanya seperti di surga bagi saya saat datang ke sini. Sambutan yang hangat dan masyarakat yang ramah. Panorama yang indah, cuaca yang baik dan pulau kalian punya banyak kesempatan untuk pengembangan pariwisata,” puji Andreas saat memberikan sambutan di Rumah Makan Vega Manggar, Kamis (27/6/19).

Namun lebih dari itu, kesan paling mendalam yang dirasakan pria asal Jerman ini adalah melihat semangat yang tinggi dari seluruh elemen masyarakat Pulau Belitung untuk memperoleh status UGGp. Hal itu dirasakannya dari dukungan dan sambutan yang diterimanya saat mengunjungi seluruh geosite yang ada.

The most thing what I love to see is so many people who are heavily strongly commited to the geopark. Their enthusiasm is realy fantastic to see.” (Hal yang paling saya sering saya lihat adalah banyak masyarakat yang benar-benar punya komitmen yang kuat untuk geopark. Senang rasanya melihat antusias mereka),” tutur Andreas.

Meski begitu, Jean Simon menekankan bahwa mereka bukanlah penentu utama apakah Geopark Pulau Belitung memastikan jadi UGGp, mengingat mereka hanyalah bagian dari tim. Tapi semua pengalaman yang mereka lihat dan rasakan akan mereka catat dan laporkan untuk dibawa ke rapat di UNESCO.

“We can not decided things now, cause this is not the end of the mission only. But all that I can say is that Belitong is a wonderfull introduction to Indonesia.   (Kita tidak bisa memutuskan semuanya sekarang karena ini bukanlah hanya akhir misi kami. Tapi yang bisa saya katakan Pulau Belitung adalah pengenalan yang sangat menyenangkan (berkesan) bagi Indonesia,” tambah Jean.(@2)      



MEDSOS WOWBABEL