BMKG : Puncak Musim Kemarau di Babel Bulan Juli Hingga Agustus 2019

ilustrasi
ilustrasi

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kota Pangkalpinang, memperkirakan untuk saat ini di wilayah Bangka Belitung, sudah memasuki musim kemarau sejak Minggu ketiga, tepatnya pada tanggal 21 sampai dengan 30 Juni 2019.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Kota Pangkalpinang, Kurniaji, Senin (1/7/2019). Dikatakannya, sesuai dengan informasi yang telah dikeluarkan oleh Stasiun Klimatologi Koba, kalau Bangka Belitung untuk saat ini sudah resmi memasuki musim kemarau.

"Sejak Minggu ketiga atau Dasarian III tanggal 21-30 Juni 2019, serta mantapnya perubahan pola pergerakan angin Monsoon Barat Laut ke Angin Monsoon Tenggara," ungkap Kurniaji kepada www.wowbabel.com.

Menurutnya, kemarau ditandai sudah mulai berkurangnya curah hujan di seluruh Wilayah Bangka Belitung, dalam seminggu terakhir ini.

"Jika El Nino lemah tetap bertahan hingga September, maka diperkirakan musim kemarau untuk Wilayah Babel pada tahun ini akan berlangsung hingga Minggu ke-I atau Dasarian I Bulan Oktober 2019. Sedangkan puncak musim kemarau umumnya berada pada Minggu atau Dasarian III Bulan Juli hingga Dasarian II Bulan Agustus 2019," urainya.

Selain itu, Kurniaji juga menambahkan, untuk perkiraan angin sejak dua minggu terakhir di darat mengalami sedikit penguatan kecepatan, yang biasanya hanya sekitar 4-6 knot saat pagi hingga siang hari, menjadi 9-11 knot.

"Seperti terjadi peningkatan kecepatan Monsoon Tenggara yang membawa masa udara kering dari Australia menuju Daratan Asia, tanpa adanya gangguan cuaca skala lokal dan belokan angin dan sirkulasi tertutup dan sejenisnya," ungkap Kurniaji.

Kurniaji mengimbau khususnya para kelompok Nelayan yang mau melaut dan memiliki kapal dengan ukuran kecil serta bobot yang ringan untuk berhati-hati ketika melakukan aktivitas penangkapan ikan.

"Karena cuaca esktrim di kawasan perairan untuk saat ini lebih diakibatkan oleh hembusan angin yang diperkirakan akan lebih kencang antara 14 sampai dengan 38 Km perjam dan akan menyebabkan peningkatan tinggi gelombang antara 0,25 - 1,75 meter," pesan Kurniaji. (Firman/wb)



MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE