Dianiaya, Lalu Diancam Sajam, Mahasiswi Ini Lapor Polisi

Aston    •    Selasa, 02 Juli 2019 | 14:08 WIB
Lokal
ilustrasi.(net)
ilustrasi.(net)

TOBOALI, www.wowbabel.com – Seorang mahasiswi inisial S (24) warga Desa Gadung, Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, mengaku telah menjadi korban penganiayaan dan melaporkan ke Mapolres Bangka Selatah.

Korban yang diketahui mahasiswi Universitas Terbuka (UT), jadi korban penganiayaan pada Minggu (30/6/2019) lalu.  Korban mengaku telah dianiaya oleh lelaki inisial AW, warga Desa Rias, Kecamatan Toboali, yang tak lain adalah pacarnya.

Kapolres Bangka Selatan, AKBP Aris Sulistyono melalui Kabag Ops Kompol Rusnoto membenarkan telah menerima laporan dari mahasiswi tersebut yang diduga telah menjadi korban penganiayaan.

"Korban melaporkan pada hari Minggu Tanggal 30 Juni 2019 sekira pukul 22.30 WIB,"  ujar Kompol Rusnoto seizin Kapolres Basel, AKBP Aris Sulistyono, Selasa (2/7/2019).

Korban mengaku mengelami tindak kekerasan di kawasan Komplek Perkantoran Pemkab Bangka Selatan, tepatnya di kawasan Kantor Sekretariat Daerah (Setda) Pemkab Basel. 

Kepada penyidik, korban menceritakan saat itu ia bersama rekanya pulang dari SMA  Negeri 1 Toboali usai melaksanakan kegiatan Ujian Semester di Universitas Terbuka ( UT ).

"Korban menuju gedung sekertariat di jalan Parit 3 guna menemui  terduga pelaku yang tak lain pacarnya. Sesampainya di lokasi korban bertemu terduga AW, namun dalam pertemuan tersebut terjadi cekcok mulut antara korban dan terduga pelaku," kata Rusnoto.

Pelaku diduga terbakar api cemburu dan menuding kekasihnya itu bersama lelaki lain. Namun, kendati sudah dibantah korban pelaku tetap tak terima penjelasan korban hingga terjadi tindak  penganiayaan.

Pelaku memukul korban secara membabi buta dibagian kepala dan mata korban. Tak puas disitu, pelaku mengancam korban dengan sebuah senjata tajam.

"Saat melihat korban terduga pelaku langsung mencecar pertanyaan terkait keberadan korban pada siang hari  bersama siapa, korban pun berusaha menjelaskan kepada pelaku terkait keberadaanya pada siang hari beserta bersama siapa namun pelaku  tidak mengindahkan jawaban korban," ungkap Rusnoto.

"Korban juga alami luka memar di bagian leher akibat dicekik. Korban juga mengaku sempat diancam menggunakan sebilah pisau,” tutur Rusnoto.

Tak terima perlakuan sang pacar, korban kemudian melaporkan kejadian yang dialaminya ke Mapolres Bangka Selatan, dan kasus tersebut dalam penanganan Sat Reskrim Polres Basel.(as/wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL