Khawatir Gagal Panen, Petani Diminta Tidak Tanam Padi

Dwi H Putra    •    Selasa, 02 Juli 2019 | 11:47 WIB
Lokal
Kepala Dispertan Bangka, Kemas Arfani .(dwi/wb)
Kepala Dispertan Bangka, Kemas Arfani .(dwi/wb)

SUNGAILIAT, www.wowbabel.com -- Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertan) Kabupaten Bangka mengimbau petani dan gabungan kelompok tani (Gapoktan) yang ada di daerah itu untuk tidak nenanam padi dalam waktu dekat ini, hal ini disebabkan sudah memasuki musim kemarau panjang.

"Kami imbau ke petani memasuki musim kemarau ini tidak menanam padi, tanamlah tanaman musim lainnya seperti jagung, cabe dan sayuran," kata Kepala Dispertan Bangka, Kemas Arfani di Sungailiat, Selasa (2/7/2019).

Dijelaskan Kemas Arfani, tanaman musiman seperti jagung dan lainnya dianggap lebih efektif untuk bercocok tanam memasuki musim kemarau saat ini, sebab lahan itu tetap basah tapi tidak berair.

Menurutnya terkait musim yang saat ini sudah memasuki kemarau, hingga saat ini belum ada laporan ditemukan atau tidak gapoktan dan petani yang mengalami gagal panen.

"Sampai saat ini belum ada laporan sawah atau tanaman lainnya yang mengalami gagal panen," jelasnya.

Diakui pihaknya telah melakukan antisipasi terhadap sawah petani yang mengalami gagal panen dengan cara menjalin kerjasama dengan asuransi Jasindo. 

Kemas menambahkan kerjasama dengan Jasindo ini sudah berlangsung sejak 2018 lalu, manfaat dari kerjasama ini membantu petani yang mengalami gagal panen. 

"Sawah ini ada asuransi usaha padi, jadi kita mengasuransikan lahan sawah masyarakat dengan pola subsidi dari pemerintah dan mereka hanya membayar per hektarnya itu sebesar Rp 32 ribu, tapi bisa klaim sampai sebesar Rp 6 juta kalau dia mengalami gagal panen," terang Kemas.

"Seperti akibat kekeringan, kebanjiran, hama penyakit, itu sudah disiapkan, tapi pola kami di sini tidak per hektar, tapi per petak mengingat yang bisa diklaim itu lahan rusak hanya sebesar 70 persen," tukas Kemas.(dwi/wb)



MEDSOS WOWBABEL