Arkeolog Temukan Situs Bangunan Abad ke-16 di Desa Balok

Jurnalis_Warga    •    Selasa, 09 Juli 2019 | 19:22 WIB
Tekno
Bangunan dari batu bata yang ditemukan dalam ekskasvasi di Desa Balok, Dendang, kabupaten Belitung Timur. (Fauzi Akbar/Diskominfo Beltim)
Bangunan dari batu bata yang ditemukan dalam ekskasvasi di Desa Balok, Dendang, kabupaten Belitung Timur. (Fauzi Akbar/Diskominfo Beltim)

MANGGAR, www.wowbabel.com - Tim Arkeolog dari Pusat Penelitian Arkeologi Nasional menemukan situs bangunan tua yang diperkirakan dari abad ke 15 – 17 di Desa Balok Kecamatan Dendang, kabupaten Belitung Timur. Dipastikan bangunan yang masih misteri itu peninggalan Kerajaan Balok yang merupakan kerajaan pertama di Pulau Belitong.    

Penemuan baru hasil ekskavasi selama kurang lebih 10 hari ini bisa dikatakan sangat spektakuler. Mengingat penemuan area bangunan berupa batu bata merah serta batu karang yang disusun rapi ini diklaim jauh lebih luas dari temuan tahun 2018 lalu.

Luas bangunan kuno yang ditemukan memiliki panjang 7,5 meter dan lebar 3,5 meter, dengan anak tangga pada bagian selatan dengan panjang 150 cm dan lebar 120 cm.

Ketua Tim Arkeolog, Sonny Wibisono memastikan jika bangunan dan batu bata yang ditemukan bukan batu biasa yang lazim digunakan saat abad ke 18 hingga saat ini. Mengingat ukurannya sangat besar dan tebal, serta memiliki motif yang khas ukiran candi.

“Yang istimewa dari bangunan ini menggunakan batu bata yang lazim digunakan, tebalnya 7 cm, lebarnya 20 cm dan panjangnya ada yang 30 cm hingga 40 cm,” terang Sonny.

Menurutnya, batu-batu seperti itu biasanya ditemukan di wilayah percandian khususnya di wilayah Sumatera. Namun peneliti utama di Pusat Penelitian Arkeologi Nasional belum bisa memastikan apakah bangunan yang ditemukan merupakan candi, atau bangunan biasa.

“Belum bisa kita pastikan bangunan apa itu, karena kita harus mencari konteksnya. Dugaan pertama kita itu kayak di Gending Suro Kerajaan di Pelembang, cuman di atasnya ada makam, di sini tidak ada,” ungkap Sonny.   

Selain bangunan kuno, tim juga menemukan lintasan galian parit. Parit atau selokan air itu menghubungkan antara kerajaan dengan sungai di sekitar dan membuktikan jika sempat ada bangunan yang megah.

“Kalau ukuran peradaban, sungai itu adalah bagian dari kerajaan. Kalau kita lihat gambar lokasi kerajaan di kelilingi oleh sungai yang dihubungkan dengan parit, itu bukti pembangunan kerajaan jaman dulu pernah ada,” terangnya. (fauzi/db)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL