Didit: Kalau Ada Pengiriman Zircon Ilegal Laporkan Saja

Tim_Wow    •    Selasa, 09 Juli 2019 | 16:45 WIB
Lokal
Aktifitas bongkar muat zirkon milik PT Indomas di Pelabuhan Pangkalbalam, Selasa (9/7/2019) pagi.(tim)
Aktifitas bongkar muat zirkon milik PT Indomas di Pelabuhan Pangkalbalam, Selasa (9/7/2019) pagi.(tim)

PANGKALPINANG,www.wowbabel.com -- Aktifitas bongkar muat 18.000 ton mineral ikutan berupa zircon masih berlangsung di Pelabuhan Pangkal Balam, Pangkalpinang, Selasa (9/7/2019) pagi. Pasir zircon yang dikemas dalam karung berukuran 1 ton (jumbo bag) dibawa puluhan truk untuk dimasukkan ke dalam tongkang pengangkut.

Baca Juga: Polda Babel Periksa Dokumen 18.000 Ton Zircon

AntrEan truk pengangkut zircon terparkir di tepi pelabuhan menunggu giliran memasukkan barang ke tongkang Mandiri 33. Rencana pasir zircon yang belum lengkap Surat Keterangan Perusahaan (SKP) akan dikirim ke Jakarta.

Keberadaan pasir zircon asal Babel milik PT Indomas yang sedang bongkar muat di pelabuhan sempat diperiksa oleh Tim Reskrimsus Polda Babel pada Senin (8/7/2019) sore hari.

"Saya kemarin sore jam setengah 5, sudah mengcek ke lapangan, terkait izin-izin perusahaan PT Indomas yang akan melakukan pengiriman ribuan mineral ikutan jenis Zirkon tersebut," ungkap Dirkrimsus Kombes (Pol) Indra Krismayadi, Selasa (9/7/2019) di ruang kerjanya.

Dari pemeriksaan dokumen oleh polisi, ternyata pasir zircon akan dibawa ke Kalimantan Tengah. Dengan alasan bahwa PT Indomas memiliki peleburan di Kalimantan.

“PT Indomas juga  ada di Ketapang (Pangkalbalam), semuanya lengkap mulai dari  izin dan produk  yang mereka keluar kan itu legal," ujar Dirkrimsus.

Terhadap pengiriman zircon ke luar Bangka Belitung, Ketua DPRD Provinsi Babel, Didit Srigusjaya saat dikonfirmasi via telepon selulernya meminta semua pihak untuk melaporkan kepada pihak aparat berwajib jika menemukan bahan mineral ikutan seperti zircon yang dibawa keluar Bangka Belitung secara ilegal.

DPRD Babel, kata Didit  telah mengesahkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Mineral Ikutan. Selanjutnya menunggu Peraturan Gubernur Babel sebagai petunjuk tekhnis pengiriman pasir zircon.

“Bila ada perusahaan atau pihak tertentu melakukan pengiriman pasir zirkon dari Babel  secara ilegal laporkan saja ke aparat terkait. Kita awasi bersama-sama kekayaan alam Babel ini," tukas Didit. (tim)

Halaman