Pemain Utama Pilkada 2020 di Babel

Bambang Ari Satria (Direktur Eksekutif Real Politica/ Dosen STISIPOL Pahlawan 12)
Bambang Ari Satria (Direktur Eksekutif Real Politica/ Dosen STISIPOL Pahlawan 12)

Pilkada serentak 2020 di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mencakup empat daerah yakni, Pilkada Bangka Barat, Pilkada Bangka Tengah, Pilkada Bangka Selatan dan Pilkada Belitung Timur.

Di Bangka Barat, petahana Markus yang baru saja dimerahkan menjadi bagian moncong putih dipertimbangkan untuk dicalonkan kembali. Sementara Nasdem dipastikan akan memasang Sukirman yang baru saja terpilih menjadi anggota DPRD Provinsi. Loncatan politik Sukirman dari legislatif ke eksekutif sangat rasional, apalagi 2015 lalu selisih suaranya hanya 250 dengan pemenang pilkada. Jika ingin menang Pilkada, Nasdem mesti merangkul PKS yang punya sejarah baik di Bangka Barat dan beberapa partai politik lain.

Upaya politik berikutnya adalah bagaimana Pilkada Bangka Barat disetting secara head to head untuk menantang Markus jika memang diusung PDIP. Namun hasrat politik yang besar dari masing-masing partai sangat sulit untuk membuat pilkada Bangka Barat dua pasang.

Sementara, untuk Pilkada Bangka Tengah, ada tiga klan politik yang patut diperhitungkan. Pertama adalah klan Petahana Ibnu Saleh dari Nasdem, kemudian klan PDIP dan klan Rosman Johan. Nasdem yang berhasil finish diurutan ketiga pada Pemilu 2019 barusan dan mengantongi tiga kursi tak bisa mengusung sendiri. Komunikasi politik dengan partai lain mesti getol dilakukan untuk menghadapi klan PDIP dan klan Rosman Johan.

Untuk PDIP, di Bangka Tengah petugas partainya paling siap. Ada Ketua DPD Didit Srigusjaya, Anggota DPRD Provinsi Adet Mastur, dan di DPRD Bangka Tengah ada Mehoa, Haji Korari dan Habibullah. Idealnya, PDIP mesti menugaskan Didit Srigusjaya untuk menantang petahana Nasdem dan klan Rosman Johan yang didalamnya ada nama Herry Erfian dan Melati Erzaldi.

Untuk Bangka Selatan, lagi-lagi PDIP diperhitungkan. Petugas partai dari merah di selatan Bangka ini dominan. Ada Rina Tarol, Sipioni, Nursyamsu. Penantangnya ada Demokrat yang juga bagian dari petahana. Sementara, Nasdem kurang begitu bersinar di Bangka Selatan.

Di Belitung Timur, klan Yusril dan Ahok dipastikan kembali bertemu. Yuslih sebagai petahana masih mengandalkan mesin PBB dan koalisi partai lain. Sementara Basuri dengan Nasdemnya dan ada PDIP yang siap menantang. Tampaknya, politik identitas masih dimainkan di Beltim.

Secara keseluruhan, pemain utama politik pada pilkada 2020 di Babel adalah PDIP dan Nasdem tanpa mengenyampingkan parpol lain. Bagaimana dengan partai Golkar, Gerindra dan partai lainnya ? Jika perubahan politik di Golkar pusat terjadi, maka diikuti dengan perubahan politik Golkar di daerah, sehingga Pilkada 2020 di Babel yang kadernya diusung Golkar belum bisa ditebak karena besarnya tarik menarik kepentingan.

PDIP sebagai pemenang pemilu 2019 di seluruh kabupaten/kota di Babel tentu ingin memerahkan eksekutif demi memuluskan langkahnya untuk merebut Babel 1 di Pilgub berikutnya. Saat ini, untuk eksekutif PDIP sudah menguasai Bangka Barat, Bangka, dan Pangkalpinang. PDIP mesin partainya paling siap menyambut pilkada 2020. Sementara, kerja keras politik Nasdem yang berbuah positif di pemilu 2019 memberi dampak yang baik untuk menyambut pilkada 2020. Bahkan, tiga kadernya di Bangka Barat, Bangka Tengah dan Belitung Timur sudah siap untuk diusung. 2018 lalu, nasdem berhasil menang di dua daerah dari tiga pilkada.

Selain parpol, faktor penting lainnya dalam pilkada adalah ketokohan dan visi misi. Yang mampu membuat janji untuk menyelesaikan persoalan pendidikan, kesehatan dan ekonomi besar kemungkinan dipilih masyarakat. (*)

Penulis : Bambang Ari Satria (Direktur Eksekutif Real Politica/ Dosen STISIPOL Pahlawan 12)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL