Hadapi PBB, KPU Pangkalpinang Hadirkan Saksi Via Video Conference

Endi    •    Jumat, 19 Juli 2019 | 15:17 WIB
Pilkada
Divisi Hukum Komisioner KPU Pangkalpinang, Husin.(dag/wb)
Divisi Hukum Komisioner KPU Pangkalpinang, Husin.(dag/wb)

PANGKALPINANG,www.wowbabel.com -- 

Sidang sengketa Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) yang dilayangkan Partai Bulan Bintang (PBB) kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pangkalpinang, di Mahkamah Konsitusi (MK) telah dua kali digelar.

Untuk menghadapi sidang lanjutan terkait gugutan tersebut, KPU Pangkalpinang telah menyiapkan sejumlah saksi. Namun, saksi yang disiapkan kemungkinan tidak bisa hadir secara langsung di MK, karena terkendala beberapa faktor. 

"Kita menginginkan saksi itu berangkat sama-sama dengan kita ke MK, namun karena pertimbangan  jumlah saksi banyak, tempat, waktu, dan lainnya, maka kesaksian itu akan dilakukan dengan vidio conference," kata Divisi Hukum Komisioner KPU Pangkalpinang, Husin, Jumat (19/7/2019).

Vidio conference nanti, jelasnya, akan menggunakan fasilitas yang dimiliki oleh Universitas Bangka Belitung (UBB).

"Dianjurkan oleh KPU RI kesaksian itu dilakukan melalui fasilitas vidio conference dan sudah kita layangkan ke Fakultas Hukum UBB untuk menggunakan fasilitas mereka, sekarang tinggal menunggu waktunya kapan kita akan koordinasi dengan KPU RI," jelasnya.

Mereka yang akan bersaksi, akan didampingi oleh komisioner KPU yang pada saat itu juga tidak hadir secara langsung di MK. 

"Pada hari H sidang nanti untuk PBB tiga orang anggota KPU kita yang tidak berangkat (ke-MK), akan mengomandoi kawan-kawan PKK dan PPS untuk bersaksi," terangnya.

Jika sesuai rencan sidang ketiga dengan agenda keterangan saksi akan digelar pada Kamis pekan depan.

"Bisa jadi Kamis depan masuk sidang kesaksian, karena sidang sebelumnya jadwal kita Kamis, karena panel Babel masuk dalam panel satu bergabung dengan beberapa provinsi," tukas Husin.

PBB menggugat setelah perolehan suaranya untuk memperebutkan kursi terakhir di Daerah Pemilihan (Dapil) III Kecamatan Gerunggang dan Tamansari, kalah satu suara dari perolehan suara Partai Nasdem. Dimana PBB mengumpulkan 1821 suara, sementara Partai Nasdem meraih 1822 suara.(dag/wb)

Halaman