Dituding Lamban, Kapolres Basel Enggan Komentar

Kapolres Basel AKBP Aris Sulistiyono saat memberikan keterangan pers di Mapolres Basel. (Astoni/wowbabel)
Kapolres Basel AKBP Aris Sulistiyono saat memberikan keterangan pers di Mapolres Basel. (Astoni/wowbabel)

TOBOALI, www.wowbabel.com - Setelah ramai dan jadi sorotan publik, Kapolres Bangka Selatan, AKBP Aris Sulistyono akhirnya angkat bicara terkait dugaan kasus penganiayaan santri yang dilakukan oleh oknum Polisi Polres Basel, Bripka Jam.

Senin (22/7/2019) sore, Kapolres menggelar press confrence di Mapolres Basel. Dalam press confrence Kapolres mengundang Kepala Kantor Depag, MUI, Ketua KPAD Babel, Dinas Pendidikan, serta tokoh agama dan sejumlah ormas.

Dalam keterangannya, Kapolres membenarkan telah terjadi dugaan tindak penganiayaan terhadap santri Al-Istiqomah inisial DP (9) Warga Desa Gadung oleh oknum yang bertugas di  Mapolsek Air Gegas sebagai Kanit Binmas, Bripka Jam pada Rabu (17/7/2019) yang lalu.

Menurut Kapolres, sejak peristiwa tersebut pihaknya melalui Propam sudah menindaklanjuti pengaduan masyarakat.

"Hingga saat ini Propam bersama Reskrim telah mengumpulkan bahan keterangan selanjutnya untuk ditindak lanjuti sesuai SOP yang ada dipihak kepolisian," kata AKBP Aris dalam keterangan persnya.

Ia menuturkan, telah memeriksa empat orang saksi termasuk DP selaku korban.

"Selain meminta keterangan terduga korban kami juga sudah memintai keterangan tiga orang saksi yang mengetahui kejadian tersebut," tuturnya.

Bripka Jam kata Kapolres, sudah di nonaktifkan sebagai Kanit Binmas Polsek Air Gegas guna memudahkan dalam pemeriksaan.

"Saya pada hari ini sudah menonaktifkan terduga pelaku JM sebagi kanit Binmas polsek Air Gegas dalam rangka memudahkan pemeriksaan. Dan yang bersangkuta juga telah ditempatkan pada di ruang khusus yang ada di Propam Polres Basel," terangnya.

Ia memastikan, proses dugaan pelanggaran disiplin terus berjalan. Disamping itu ia membenarkan bahwa kasus tersebut juga sedang ditangani Dit kriminal umum Polda Babel.

"Sehingga sampai dengan saat ini penanganan kasus tersebut telah berjalan sebagaimana mestinya sesuai SOP yang ada di POLRI," kata Aris.

Namun, ketika disinggung wartawan Polres Basel terkesan lamban menangani kasus sehingga orang tua korban harus melaporkan ke Propam Polda Babel untuk mencari keadilan, Kapolres enggan berkomentar.

"Kalau hal itu saya serahkan kepada ketua KPAD yang memberikan keterangan," jawab Kapolres.

"Iya memang kami arahkan ke Polda Babel terkait perkara Pidana umum sekaligus ke Propam Polda Babel," jelas Sapta Ketua KPAD Babel.
 
Kembali disinggung awak media, kapan proses hukum dilakukan seperti sidang kode etik, Kapolres menuturkan, akan disampaikan lebih lanjut.

"Kapan waktu disidangkan akan kami informasi lebih lanjut dan akan kami proses secara transparan. Dan konfes ini sebagai terobasan kami dalam bersinergi dengan semua pihak serta stakeholder lainnya agar memberikan terang benderang. Kedepan kita harapkan tidak akan terjadi lagi, dan upaya revolusi mental anggota Polri terus kita galakkan," tukasnya. (Astoni/wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL