Perencanaan Kurang Baik, Serapan Anggaran 2018 Rendah

Firman    •    Senin, 22 Juli 2019 | 15:01 WIB
Lokal
Rapat Paripurna DPRD Bangka Belitung.(fn/wb)
Rapat Paripurna DPRD Bangka Belitung.(fn/wb)

PANGKALPINANG,www.wowbabel.com  --DPRD Provinsi Bangka Belitung menilai serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah  (APBD) Provinsi Bangka Belitung Tahun Anggaran 2018 masih rendah. Perencanaan dalam penyusunan kegiatan belanja dituding sebagai penyebabnya.

Meski memberikan banyak catatan kepada Gubernur Babel Erzaldi Rosman terhadap pelaksanaan Anggaran 2018, semua Fraksi di DPRD Babel menerima Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Pertanggungjawaban Gubernur Terhadap Pelaksaan APBD 2018 menjadi Perda.

"Setelah mempelajari , Fraksi Amanat Demokrat memberikan catatan dan saran bahwa serapan sudah baik, namun item pekerjaan serapan masih rendah akibat perencanaan yang kurang cermat.  Antara perencanaan anggaran  dan realisasi belum optimal," kata Abu Bakar, juru bicara FAD saat Rapat Paripurna yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Babel, Hendra Apollo, Senin (22/7/2019).

Fraksi Amanat Demokrat juga menyoroti aset daerah yang dibeli dari  APBD perlu penataan lebih baik karena  belum dapat dinikmati oleh pemerintah provinsi.

Sedangkan juru bicara Fraksi Golkar, Dedy Wijaya memaparkan gambaran APBD 2018 senilai Rp 2,4 triliun lebih dengan realisasi Rp 2,5 triliun lebih atau 102,81% dari rencana. Setelah perubahan defisit anggaran mencapai Rp109, 9 miliar lebih, terdapat silpa Rp 302 miliar lebih.

"Kami berkesimpulan dalam penyerapan cukup baik, tapi catatan kami di fraksi bahwa anggaran dalam perencanan harus efektif, efisien, dengan mengacu pada skala prioritas, sehingga tidak ada program yang tidak bisa dilaksanakan," tukas Dedy Wijaya.

Fraksi Golkar menekankan kepada Gubernur Babel Erzaldi Rosman untik mengendalikan angka kemiskinan yang cenderung meningkat akibat  naiknya harga bahan pokok. Turunnya harga komoditas pertanian dan perkebunan menyebabkan daya beli masyarakat lemah.

Berbeda dengan FAD dan Golkar, Juru bicara Fraksi Gerindra  Ferdiyansah menilai kinerja Pemprov  Babel semakin baik dengan realisasi anggaran mencapai 94 persen dari tahun sebelumnya. 

Gerindra menyarankan agar  Pepmrov Babel untuk lebih bijak dalam penggunaan anggaran, terobosan  perlu dilakukan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah dengan menggali potensi PAD dan  defisit anggaran seminimal mungkin. Bagi Gerindra, besarnya silpa anggaran 2018 sebesar Rp 302 miliar lebih sebagai indikator, pola perencanaan yang belum baik.

 "Karena banyak kegiatan tidak selesai pengerjaannya, kami meminta agar pelaksanan pembangunan tepat waktu, sehingga penyerapan anggaran bisa maksimal dan tidak menimbulkan silpa," kata Ferdiyansah.

Juru bicara Fraksi PDI Perjuangan, Adet Mastur menilai kinerja pendapatan dan belanja terutama tentang realisasi anggaran 2018,   secara umum  belumlah memuaskan.

"Serapan anggaran dibeberapa sektor masih rendah, pembangunan gedung B di RSU Provinsi IR Soekarno belum dikerjakan. Padahal anggarannya sudah disetujui oleh DPRD," kata Adet.

Tak saja temuan di RSUP, Fraksi PDIP juga menemukan serapan anggaran di bawah 90 persen di sejumlah dinas, badan, kantor, maupun biro di Pemerintah Provinsi Babel. 

Pendapat serupa disampaikan oleh Fraksi PPP dan Keadilan dan Kerakyatan. Oleh sebab itu dewan menyarankan agar Gubernur Babel menjadikan catatan penggunaan anggaran  sebagai bahan evaluasi agar di kemudian hari perencanaan yang komprehensif lebih dikedepankan sehingga temuan serupa tidak terulang lagi.(fn/wb)



MEDSOS WOWBABEL