AETI–RMI Gelar Joint Workshop on Responsible Tin Production

Endi    •    Kamis, 25 Juli 2019 | 20:01 WIB
Lokal
Asosiasi Eksportir Timah Indonesia (AETI) menggelar kegiatan workshop bersama NGO Internasional atau Responsible Mineral Initiative (RMI), yang bertajuk Joint Workshop on Responsible Tin Production, di Pangkalpinang, Bangka Belitung, selama dua hari Rabu 24-25 Juli 2019.(dag/wb)
Asosiasi Eksportir Timah Indonesia (AETI) menggelar kegiatan workshop bersama NGO Internasional atau Responsible Mineral Initiative (RMI), yang bertajuk Joint Workshop on Responsible Tin Production, di Pangkalpinang, Bangka Belitung, selama dua hari Rabu 24-25 Juli 2019.(dag/wb)

PANGKALPINANG,www.wowbabel.com -- Asosiasi Eksportir Timah Indonesia (AETI) menggelar kegiatan workshop bersama NGO Internasional atau Responsible Mineral Initiative (RMI), yang bertajuk Joint Workshop on Responsible Tin Production, di Pangkalpinang, Bangka Belitung, selama dua hari Rabu 24-25 Juli 2019.

Kegiatan di gelar bertujuan mendorong penerapan perilaku penambangan yang bertanggungjawab.

"RMI ini merupakan LSM internasional yang anggotanya hampir 400. Itu biasanya industri yang menggunakan mineral yang sekupnya terbatas yakni timah, emas, tantalum dan gobal," kata, Alwin Albar, Direktur Operasi PT Timah Tbk, kepada wartawan, Kamis (25/7/2019).

Yang ada dibelakang RMI, jelas Alwin, adalah perusahan besar semacam, Samsung, Cannon, Apple, hingga peralatan otomotif dan sebagainya yang menggunakan bahan dasar mineral timah, emas, tantalum dan gobal.

Alwin, juga menyebutkan, Perusaahaan-perusahaan berlabel “fortune five hundered” itu, memiliki komitmen untuk menggunakan mineral yang berasal dari sumber mineral yang dapat dipertanggungjawabkan dalam proses produksinya.

"RMI merupakan turunan Responsible Bussiness Alliance (RBA) yang membantu perusahaan-perusahaan industri ini, membuat pilihan berdasarkan informasi sumber mineral yang bertanggungjawab dalam rantai pasokan mereka," ujarnya.

Peran strategis RMI dalam menentukan kebijakan perusahaan “fortune five hundered” terkait pemilihan sumber mineral tersebut, membuat AETI merasa perlu untuk menjalin kerjasama guna mendorong implementasi penambangan timah yang bertanggungjawab.

"Kegiatan ini untuk menyamakan persepsi semua stikeholder entah itu dari pemerintahan, NGO dan kami juga para pelaku untuk mendorong penerapan perilaku penambangan yang bertanggungjawab di Indonesia," jelas Sekretaris AETI, Jabin Subianto.

Selain itu, workshop ini juga melahirkan sejumlah kesepakatan diantaranya penyaluran dana reklamasi berkelanjutan, sebagai wujud komitmen community development dari perusahaan-perusahaan eksportir timah, melalui pemerintah pusat maupun pemda setempat.

"Dari worshop ini saya berharap ada kesadaran di publik, bahwa kami di industri timah untuk mendorong reponsible maining, dengan harapan lainnya juga diikuti oleh industri lainnya di luar timah," tukas Jabin.(dag/wb)



MEDSOS WOWBABEL