VIDEO : Kasat Pol PP Babel Dilaporkan Manajer Club Malam

Video laporan pihak Global Executive Club kepada Kasat Pol PP Babel, Yamoa Harefa. (tim wowbabel)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com -- Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Pemprov Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Yamoa'a Harefa tidak terima dirinya dipolisikan karena dugaan hutang piutang makan minum di Global Excecutive Club.

Menurut Yamoa, dirinya tidak pernah merasa berhutang atas nama dirinya dengan pihak Global Club, namun tidak pula membatah dirinya pernah menikmati hiburan malam di diskotik tersebut.

"Saya ke Global itu mau ngurus tamu-tamu atas instruksi dari ketua Pemuda Pancasila dan saya sebagai Sekjen Pemuda Pancasila yang mengurus itu tamu-tamu dari hasil muscap pusat, kemudian dari ormas lain malah ada di situ pada saat kita dengan tamu-tamu," kata Yamoa, dikonfirmasi, Rabu (24/7/2019).

Sejuah ini, kata Yamoa, dirinya belum menerima laporan yang dialamatkan pada dirinya sejak Selasa malam kemarin itu.

"Mengenai laporan dari Global Club secara langsung saya belum lihat, surat panggilannya juga belum ada. Saya tahu dari isu-isu yang berkembang, Jadi secara jelas saya belum tahu apa sih yang dilaporkan kan dan tidak ada masalah dengan global," jelasnya.

Mengenai tagihan itu, Yamoa menjelaskan, baru menerima Selasa sore kemaren, bahkan kata dia, selang beberapa saat dirinya langsung melunasi tagihan sesuai yang diminta pihak Global Club.

"Kemarin saya juga baru tahu, dia menagih ke saya dengan total Rp 21.725.000,- dan itu sudah kita bayar," imbuh Yamoa.

Yamoa menjelaskan, dari sejumlah rincian bill tagihan atas nama dirinya, yang diteriman via Wa sebagian sudah dilunasi. Namun sisanya akan dilunasi dengan ditransfer.

"Awalnya kemarin ada SMS dari pihak Global, dikirim rinciannya billnya, disitu ada sebagian yang sudah dibayar. Kemudian ada sisa yang belum lunas itu saya minta nomor rekening," ujarnya.

Kemudian, lanjut Yamoa, oleh pihak Global dikirim rekening BCA atas nama Yanto. "Saya suruh anak buah ngirim ke nomor rekening itu (BCA), rupaya dia wa lagi kata jangan dikirim ke rekening itu katanya takut gak aktif. Kalo dibilang gak aktif ini kita tes no rekeningnya, aktif kok. Kemudian dia minta bayar chas, tapi setelah kita mau bayar kenapa dia tidak mau terima dan hari itu juga kita bayar, dia kan minta (nagih) hari itu, ada apa ini," paparnya.

"Tapi kita tetap lunaskan sesuai dengan yang diminta, uangnya sudah disana pihak global," terangnya.

Sebelumnya, Yamoa dilaporkan oleh pihak Global Excecutive Club ke SPKT Polda Kepulauan Babel, Selasa (23/7/2019) malam. Hal itu dilakukan setelah Yamoa dianggap pihak club malam tersebut, tidak berniat baik dalam menyelesaikan pembayaran bill makan minum yang mencapai Rp 21 juta.

"Kita sudah melakuan berbagai cara melakukan penagihan baik menghubungi lewat telpon, WA maupun datang langsung kekantor tetapi ada saja alasannya," Rizal Manajer Global Excecutive Club ditemui wartawan usai melapor.

Menurut Rizal tagihan yang harus dibayar atas nama Yamoa yakin tagihan pada bulan April 2019 dua kali, kemudian tagihan pada bulan Juni satu kali dan terakhir pada tanggal 13 Juli 2019.

Mengingat hanya sebagai pengelola Rizal kemudian melaporkan kepada Owner Global Excecutive Club terkait masalah tersebut. Termasuk ancaman Yamoa akan mengerahkan anggota merazia sempat hiburan malam tersebut.

"Saya memilki tanggungjawab dan laporan maka jalan terbaik saya laporkan ke polisi biarlah diselesaikan penegak hukum," tukas Rizal.

 

Lapor Balik

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Pemprov Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Yamoa'a Harefa, melaporkan balik pihak Manajemen Global Excecutive Club ke Polda Babel, atas tuduhan pencemaran nama baik, Rabu (24/7/2019) siang.

"Disini ada fitnah, pencemaran nama baik ada memberi keterangan palsu," kata Yamoa'a, kepada wartawan, disela-sela laporannya.

Yamoa'a menjelas, laporan tersebut akan dialamatkan pada Rizal sekalu Manajer Global Excecutive Club yang lebih dulu melaporkan dirinya termasuk pemilik.

"Saya melaporkan Manajer Global dan pemiliknya, karena nama baik saya dan institusi sudah dicemarkan, saya harus jernihkan masalah ini," ungkapnya.

Dirinya tidak terima dilaporkan, karena pihak terlapor melaporkan dirinya secara pribadi dan menganggap telah mencemarkan nama institusi Satpol PP dan Ormas Pemuda Pancasila.

Namun, laporan Yamoa'a yang datang mengenakan bersama sejumlah Pemuda Pancasila belum diterima pihak Polda Babel.

"Katanya mereka mau gelar perkara dulu dan akan dikabarkan secepatnya kepada saya, jadi sementara mereka belum menerima laporan saya. Saya mau secepatnya laporan saya diterima. Orang lain bisa ngelapor kenapa saya tidak. Opini dipublik sudah terbentuk, ini harus saya bersihkan," paparnya.

Sekjen Pemuda Pancasila itu mengaku sangat dirugikan oleh laporan terlapor yang termuat disejumlah media cetak maupun online di Babel.

"Di Pemberitaan itu katanya ada penipuan ada pemerasan. Penipuan dan pemerasan yang mana, nah hari ini kita buktikan, karena kalau tidak saya klarifikasi akan terbentuk opini publik, baik itu menyangkut insitusi Satpol PP maupun Pemuda Pancasila," tukasnya.

 

Gubernur Diminta Tegas

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bangka Belitung (Babel) Didit Srigusjaya sangat menyayangkan adanya dugaan oknum pejabat eselon II Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bangka Belitung, yang dilaporkan pihak Global Executive Club ke Polda Babel, Selasa (23/7/2019) kemarin.

Laporan dilakukan pihak Global Executive Club ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Babel yang ditujukan kepada Kepala Satpol PP Provinsi Babel Yamoa'a Harefa lantaran diduga belum membayar tagihan makan minum sebesar Rp 21.725.000.

"Kalau memang Bapak Yamoa merasa tidak pernah, ya tuntut balik atas pencemaran nama baik, hanya kita selaku DPRD Bangka Belitung, selaku pengawas kebijakan ini sangat menyayangkan atas kejadian ini," ungkap Didit, Rabu (24/7/2019) di ruang kerjanya.

Jika hal itu terjadi, DPRD Bangka Belitung sangat menyesalkan, ada oknum eselon II yang dilaporkan oleh pihak manajemen Global yang notabene adalah tempat hiburan malam.

"Tapi apa pun permasalahannya, kita sangat menyesalkan itu, kita berharap bapak gubernur untuk mengambil tindakan tegas pemasalahan ini," imbuh Didit.

Didit menambahkan, terkait dengan adanya laporan kepada pihak kepolisian, Didit menjelaskan, hal tersebut merupakan permasalahan antara pihak terlapor dan pelapor dan tidak ada sangkut paut dengan pemerintah daerah.

"Oleh sebab itu, Didit berharap gubernur Erzaldi untuk dapat mengambil sikap tegas jika pejabat esselon II memang terbukti telah melakukan perbuatan tersebut. Saya berharap jika nanti ini memang terbukti, saya minta bapak gubernur harus mengambil sikap, bersikap tegas, karena ini menyangkut marwah Pemerintah Daerah Bangka Belitung," tutur Didit.

Ditambahkan Didit, jika gubernur tidak mengambil sebuah tindakan tegas, nantikan masyarakat sendiri yang akan menilai kondisi Pemprov Babel.

 

Reporter : Tim wowbabel

Editor : Muri



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL