Cuaca Buruk, Produksi Ikan di Bangka Turun

Dwi H Putra    •    Jumat, 26 Juli 2019 | 14:16 WIB
Lokal
Kabid Pemberdayaan Nelayan Kecil Dinas Perikanan Kabupaten Bangka, Ibnu Taufik Hidayat.(dwi/wb)
Kabid Pemberdayaan Nelayan Kecil Dinas Perikanan Kabupaten Bangka, Ibnu Taufik Hidayat.(dwi/wb)

SUNGAILIAT, www.wowbabel.com -- Cuaca buruk yang saat ini kerap melanda Perairan Kabupaten Bangka mengakibatkan kegiatan tangkap ikan oleh nelayan berkurang, sehingga produksi ikan di daerah itu menurun dibandingkan bulan-bulan lainnya.

Hal ini ditanggapi serius Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Bangka dengan berupaya untuk menjaga ketersediaan ikan di wilayah Kabupaten Bangka.

"Upaya yang dilakukan yaitu dengan terus gencar melaksanakan sosialisasi penangkapan ikan dengan metode yang tepat melalui penyuluh perikanan," kata Kepala DKP Bangka, A Sapran melalui Kabid Pemberdayaan Nelayan Kecil Dinas Perikanan Kabupaten Bangka, Ibnu Taufik Hidayat di Sungailiat, Jumat (26/7/2019).

Menurutnya, selain itu juga dilakukan pengembangan wilayah konservasi yang bertujuan untuk meningkatkan populasi ikan di suatu wilayah seperti di daerah Tuing.

"Berbagai upaya telah kami lakukan, tetapi tentunya membutuhkan proses dan waktu untuk mengembalikan populasi ikan dan hasil tangkap nelayan di wilayah Bangka," ujarnya.

Selain dengan upaya konservasi, pengawasan perairan juga diharapkan lebih gencar dilaksanakan oleh Ditjen Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) yang diharapkan mampu menekan pencurian ikan seraca ilegal yang tentunya salah satu penyebab penurunan populasi ikan di wilayah Bangka.

Dijelaskannya guna memenuhi kebutuhan protein hewani di Kabupaten Bangka, sebenarnya tidak harus selalu bergantung dengan produksi hasil laut, namun ikan air tawar juga bisa memenuhi kebutuhan konsumsi akan ikan di masyarakat.

"Protein yang terkandung di ikan air tawar sebenarnya tidak jauh berbeda dengan air laut, bahkan pada ikan-ikan tertentu lebih tinggi kandungan proteinnya," papar Taufik.

"Tinggal bagaimana menggantikan kebiasaan masyarakat Bangka untuk beralih mengkonsumsi ikan air tawar," terangnya.

Taufik menambahkan produksi ikan air tawar sendiri terus meningkat tiap tahunnya, pembukaan tambak ikan dan udang lebih giat dilakukan di berbagai daerah, sehingga diyakini akan mampu memenuhi kebutuhan protein untuk masyarakat Bangka. (dwi/wb)



MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE