Kodok Jual Miras Import Via Medsos

Abeng    •    Jumat, 26 Juli 2019 | 14:35 WIB
Lokal
Kodok  mengenakan baju tahanan warna kuning diamankan polisi lantaran menjual miras import tanpa izin.(dag/wb)
Kodok mengenakan baju tahanan warna kuning diamankan polisi lantaran menjual miras import tanpa izin.(dag/wb)

PANGKALPINANG,www.wowbabel.com Ferdyan alias Kodok (35), warga Kota Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung (Babel), ditangkap tim Subdit 1 Indag Dit Reskrimsus Polda Babel, dikediamannya lantaran menjual minuman beralkohol (Mihol) secara illegal.

Dari tangan Kodok, polisi menyita 72  botol mihol berbagai merek, seperti Cumchurum, Plaga Cabernet Merlot, I Quercioli Medici Ermette, Cockburn's Sepecial Reserve Port, Gordon's, Jack Daniels, Martell, Jose Cuervo Especial, Hennessy, Black Label, Chivas Regal, Red Label, Vibe Rum, Coin Treau, Gilbeys 1857 Gin, dan Smirnoff Triple Distilled Vodka.

Kodok ditangkap usai polisi melakukan patroli cyber rutin, guna memonitor pelaku kejahatan yang kerap menggunakam media sosial dalam beraksi.

"Alhamdulillah kita banyak mengungkap pristiwa pidana melalui patroli cyber yang kita lakukan melalui media sosial," kata Dirkrimsus Polda Babel, Kombes (Pol) Indra Krismayadi, Jumat (26/7/2019).

Dalam menjalankan bisnis tersebut, miras bermerek import itu di promosikan melalui media sosial milik tersangka.

"Modus tersangka ini dengan mengiklankan prodak mihol ini melalui media sosial. Biasanya konsumen yang tertarik akan datang langsung ke rumah tersangka untuk membeli," terang Dirkrimsus.

Dikatakannya, tersangka diketahui menjual miras merek kelas dunia itu tanpa memiliki surat izin usaha perdagangan minuman beralkohol.

"Mihol yang dijual tersangka ini tidak berizin apalagi merupakan mihol golongan B dan C yang memiliki kadar alkohol 5 sampai 40 persen. Tersangka tidak kita tahan karena kita anggap dia kooperatif selama menjalankan pemeriksaan," tandasnya.

Sementara Kodok mengaku baru pertama kali melakoni jual miras illegal itu di Pangkalpinang.

"Barang ini ngirim dari Surabaya, Jakarta kadang Jogja. Ambil untung Rp 50 ribu sampai Rp 100 ribu perbotol," kata Kodok.

Atas perbuatannya, Kodok dikenakan tiga undang-udang yakni undang-undang Perdagangan, udnang-udang Perlindungan Konsumen dan undang-undang Pangan, dengan acaman hukuman maksimal 5 tahun penjara dan denda maksimal Rp 10 miliar.(dag/wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL